Review#1 ”Journey to Aqsa”

Penulis  : Marfuah Panji Astuti (Mba Uttiek)

Penerbit : Lembaga Kemanusiaan Syam Organizer

Tebal : 152 halaman

Tahun terbit : Agustus 2019

 

Buku ini adalah salah satu buku paling spesial bagi saya. Bagaimana tidak, dilembaran awal terdapat tanda tangan sang penulis dan juga catatan spesial “Untuk Wa Ode, Semoga Allah izinkan menyusuri bumi-Nya yang luas dadn sujud di sebanyak-banyak Masjidnya. Keep writing!”. Tulisan tersebut dibubuhkan saat sesi book signing setelah mengisi acara peluncuran buku Journey to Aqsa. Rasanya seperti mimpi bisa bertemu beliau secara langsung setelah mengikuti tulisan –tulisan bergizi beliau di akun facebook Uttiek M Panji Astuti.

Baca Juga Review #2 “Journey to The Greatest Ottoman”

Catatan di lembar awal buku tersebut semakin melecut keinginan untuk berkelana di bumi-Nya. Salah satunya ke tanah Palestina. Terlebih di halaman belakang buku ini terdapat sinopsis bahwa Al-Aqsa menanti untuk dikunjungi.

“Kabarkan pada saudaramu untuk datang kemari. Mereka hanya memusuhi kami. Masjid ini aman. Masjid Al Aqsa aman karena Allah yang menjaganya.”

Melalui buku ini pembaca diajak untuk melihat bagaimana kehidupan saudara-saudara muslim kita di tanah bersejarah tersebut. Mereka yang terusir, dimiskinkan, hingga dipersulit menempuh pendidikan.

“Ada banyak cara yang dilakukan Israel untuk merampas tanah milik orang Palestine. Dari cek yang bisa diisi sendiri angkanya. Hingga akhirnya bulldozer paksa jika tak mempan juga. Sekalipun itu Tanah Air-nya, tapi penduduk Palestine hanya mempunyai semacam izin tinggal yang harus diperbarui setiap tiga tahun” (Hal. vi)

Sepanjang perjalanan penulis melintasi banyak kawasan demiliterisasi yang dijaga ketat oleh tentara bersenjata lengkap. Untuk masuk ke tanah Palestine harus melalui border dengan check point. Orang-orang yang pernah melewati tempat ini punya pengalaman berbeda-beda. Ada yang dilarang masuk sebab membawa Al-Quran, HP yang disita sebab menyimpan gambar yang menunjukkan keberpihakan pada Palestina, bahkan ada yang ditahan tanpa alasan.

Meskipun kini tanah Palestina tengah diduduki oleh Israel namun keberkahan tetap menaungi tanah yang pernah dibebaskan oleh Umar Bin Khaththab ini. Salah satu buktinya bisa kita temui di Jericho yang terkenal dengan hasil bumi berupa buah dan sayuran. Ada pula pemandangan unik yang dipaparkan oleh Mba Uttiek saat melintasi jalanan kota Jericho.

“Pohon pisang yang butuh banyak air tumbuh di sisi kiri jalan, sedaang di kanan jalan pohon kurma yang butuh panas matahri berbuah lebat.”

Pemandangan kota Jericho menjadi sedikit penghibur sebelum menyaksikan kawasan pemukiman orang Israel (settlements) bergaya minimalis modern dilengkapi pemanas, AC, serta fasilitass umum mewah.  Berbeda 1800 dari kamp-kamp pengungsian warga Palestina yang lusuh dan kumuh. Tak cuma kawasan tempat tinggal yang membuat miris tapi juga tembok pembatsa sejauh 844 km. Tembok ini merenggut semua hak-hak rakyat Palestine.

 

Tanah Palestine yang kini diduduki oleh Israel menyimpan jejak sejarah manusia-manusia mulia. Ada Masjidil Aqsa, Masjid tempat Umar bin Khaththab menerima kunci  Baitul Maqdis, tempat yang ditempati oleh Khalid bin Walid saat melakukan futuhat, makam Rabiah AL Adawaiyah, Masjid Nabi Musa, Makam Slaman Al Farisi, jejak Shalahuddin Al Ayyubi, tempat imam Al Ghazali menyelesaikan kitab fenomenal Ihiya Ulum Ad-Dinn.

Baca Juga Review #3 ‘Journey to Andalusia’ 

Ah, semua jejak itu rasanya semakin menambah keinginan untuk menapakkan kaki di Tanah  Palestina. Terlebih ada sebuah hadist yang menjelaskan keistimewaan tempat ini  “Tidak dikerahkan melakukan suatu perjalanan kecuali menuju tiga Masjid, yaitu Masjid Al Haram (di Mekkah), dan Masjidku (Masjid An Nabawi di Madinah), dan Masjid Al Aqsha (di Palestina).” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Rdhiyallahu ‘Anhu). (Hal. viii)

28 thoughts on “Review#1 ”Journey to Aqsa”

  • March 21, 2021 at 2:34 am
    Permalink

    Meski hanya sebuah catatan kecil dan tanda tangan saja, tapi akan sangat berarti bagi kita ya, apalagi kalau datangnya dari idaman kita dah.

    Melalui buku ini, kita juga jadi lebih paham untuk melihat kisah kehidupan masyarakat Muslim di sana ya. Keren pasti nih bukunya Kak…

    Nice sharing kak

    Reply
    • March 22, 2021 at 9:27 pm
      Permalink

      Benar banget Mas. Setiap pencinta buku pasti rasanya istimewa kalau bertemu penulis idola. Meskipun buku ini termasuk buku tipis tapi informasi yang tersaji cukup untuk mengetahui kondisi saudara kita di sana.

      Reply
  • March 21, 2021 at 6:12 am
    Permalink

    Cobalah nanti kalau maen2 ke gramed kucari2 buku ini di katalog mereka. Reviewnya sangat bagus kak tentang masjid Al-Aqsa di Palestina yang selalu dalam lindungan Allah dengan berbagai ancaman dari para luar yang sebelumnya pernah terjadi.

    Reply
    • March 22, 2021 at 4:06 am
      Permalink

      Sprtinya d Gramedia blum ada. Kalau berminat bisa langsung pesan ke FB penulisnya. 😊

      Aamiin yaa robbal alamin 🤲

      Reply
      • March 25, 2021 at 5:19 am
        Permalink

        Jadi pengen baca juga mba. Al Aqsa selalu menjadi tempat yang dirindukan, seperti merindukan masjidil Haram. Ya Allah semoga kita semua kelak bisa menjejakkan kaki di bumi para nabi. Sungguh rindu yang mengharu biruuu.

        Reply
        • March 25, 2021 at 12:04 pm
          Permalink

          Aamiin yaa robbal alamin 🤲🤲

          Bukunya bisa pesan melalui WA d nomr 08111 606 111

          Ah… Tanah suci memang selalu dirindukan..😍

          Reply
  • March 22, 2021 at 2:22 am
    Permalink

    Saya juga senang banget tuh kalau buku ditandatangani penulisnya dan diberikan pesan khusus. Rasanya kayak jadi pembaca yang istimewa.

    Sepertinya bukunya menarik banget ya karena bisa tahu keadaan di sana yang sebenarnya. Soalnya kalau di media beragam banget sampai bingung harus percaya yang mana.

    Reply
    • March 22, 2021 at 4:05 am
      Permalink

      Masalah Israel dan Palestina ini memang pelik. Stiap media punya preferensi masing2 jdi bis beda2 info. Tapi yg pasti, saudara2 kita d Palestina, hidup susah selama di duduki oleh Israil.

      Reply
    • March 22, 2021 at 4:23 am
      Permalink

      Wah jadi pingin cari bukunya saya, bisa lebih tahu banyak tentang keadaan saudara kita di Bumi Para Anbiya, Palestina ya Mba, makasih rekomendasi bukunya. Duuuh berita di Media tentang Palestina sudah banyak yang ditutup-tutupi ya. Semoga bisa di kasih kesempatan juga pergi ke Palestina ya, ikut juga memperjuangkan kebebasan Palestina dengan berkunjung ke sana, mengakui adanya negeri Palestina dan sharing tentang keadaan di sana. Ya Allah… AamiinWah jadi pingin cari bukunya saya, bisa lebih tahu banyak tentang keadaan saudara kita di Bumi Para Anbiya, Palestina ya Mba, makasih rekomendasi bukunya. Duuuh berita di Media tentang Palestina sudah banyak yang ditutup-tutupi ya. Semoga bisa di kasih kesempatan juga pergi ke Palestina ya, ikut juga memperjuangkan kebebasan Palestina dengan berkunjung ke sana, mengakui adanya negeri Palestina dan sharing tentang keadaan di sana. Ya Allah… Aamiin

      Reply
  • March 22, 2021 at 3:43 am
    Permalink

    Pengen sekali sholat di Masjidil Aqsha karena keutamaan sholat di sana jauh lebih tinggi dari mesjid biasanya. Cuma saya pernah dengar dari seseorang, kalau mau ke Masjidil Aqsha lebih gampang lewat Israel daripada Palestina, maksudnya urus Visa dan sebagainya. Teman saya pernah cerita tentang ia yang ke sana dari Inggris, tapi lewat izin dari Israel

    Reply
    • March 22, 2021 at 4:03 am
      Permalink

      Semoga kita diperkenankan untuk menapak di Masjidil Aqsha. 🤲🤲
      Setahu saya, izin ke Palestina untk saat ini memang hnya bisa d dapat dri Israel. Untuk warga Indonesia urus bisanya harus ke Singapura.

      Kalau yg sya tahu sprti ini tpi mngkin ada info lain.😊

      Reply
  • March 22, 2021 at 4:46 am
    Permalink

    Hiks, terharu, setiap muslim pastinya pingin sholat di masjid yang mulai Al Aqsha ini, bukti sejarah Isra’ wal mi’raj nya Nabi besar Muhammad SAW. Nice review bukunya ya Mba Waode, Journey to Aqsha, noted, tfs

    Reply
    • March 22, 2021 at 9:25 pm
      Permalink

      terima aksih atas apresiasinya Mba. Semoga suatu hari nanati kaki kita bisa emnapak di tanah mulia Palestina. Banayk jejak sejarah berharga tentang umat ISlam di tanah tersebut.

      Reply
  • March 22, 2021 at 7:09 am
    Permalink

    Wah ini bukunya lengkap ya
    Penulisnya stay di sana atau hanya melakukan kunjungan dan riset saja?
    Kayaknya cukup lengkap dokumentasi dan referensinya ya

    Reply
    • March 22, 2021 at 9:23 pm
      Permalink

      Mba Uttiek (penulis) ini hanya melakukan kunjungan tapi kata beliau sebelum mengunjungi suatu tempat, setahun sebelumnya sudah baca buku-buku dan cari info tentang tempat yg akan di kunjungi. Jadi pas beliau berkunjung itu taglinenya ‘mengkonfirmasi sejarah’. 🙂
      beliau ini juga seorang jurnalis Mba.

      Reply
  • March 22, 2021 at 7:33 am
    Permalink

    Rasanya saya sangat ingin ke sana malam ini. Tak sabar melihat keajaiban di sana dan bagaimana bukti Allah melindungi masjid ini. Saya sulit bayangkan pohon kurma dan pohon pisang bersisihan dibatasi jalan.
    Terima kasih ulasannya

    Reply
    • March 22, 2021 at 9:21 pm
      Permalink

      TErima kasih kembali Mba SUsi. Semoga ALlah berkenaan mengundang kita menapakkan kaki di MAsjidil Aqsa yang mulia dan penuh berkah.

      Reply
  • March 22, 2021 at 8:21 am
    Permalink

    Pasti terharu dan asyik membaca buku ini. Saya harus punya biar tumbuh semangat dan perasaan sehati dan seperjuangan dengan rakyat Palestina. Alhamdulillah karena Allah senantiasa menjaga mesjid Al Aqsa sampai kini.

    Reply
    • March 22, 2021 at 9:20 pm
      Permalink

      Campur aduk Mba soalnya ada bagian sedihnya ada juga perasaan WOW membaca keajaiban22 d Tanah PAlestina. 🙂

      Reply
  • March 22, 2021 at 8:56 am
    Permalink

    Review bukunya bagus banget mbak jadi pengen beli dan punya bukunya . Semoga bukunya tersedia di Gramedia dekat rumah ku ya..

    Reply
    • March 22, 2021 at 9:19 pm
      Permalink

      Terima kasih atas apresiasinya Mba. Salam kenal dri Tanah Muna, Sualwesi Tenggara 😀
      Untuk saat ini sepertinya tdk tersedia di Gramedia. Kalau bermiant bisa pesan di penulisnya langsung.

      Reply
  • April 11, 2021 at 10:08 pm
    Permalink

    Mba Uttiek emang juara soal merangkai sejarah jadi bacaan mengasyikkan. Buku ini recomended banget.

    Reply
    • April 12, 2021 at 1:04 am
      Permalink

      Setuju…. Beliau salah satu penulis favorit saya.

      Reply
  • April 15, 2021 at 6:47 am
    Permalink

    Mbaaa saya jadi pengin baca bukunya. Ditambah suasana Ramadan kayak gini jadi brebes mili aku baca reviewnya😭😭😭

    Reply
  • April 16, 2021 at 5:48 am
    Permalink

    Seneng Dan bahagia ya kak kalau kita dapat buku trus ada pesan singjat Dan tanda tangannya. Rasanya so special banget deh

    Reply
    • April 16, 2021 at 11:33 pm
      Permalink

      So passti Mbak 🙂
      Apalagi dari penulis favorit.

      Reply
    • April 20, 2021 at 4:57 am
      Permalink

      Bukunya bisa pesan melalui WA d nomr 08111 606 111 Mba. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *