Review #6 “PhD Parents’ Stories 2”

Setelah menulis review PhD Parents’ Stories, banyak Sobat Waode yang tertarik dengan pola asuh keluarga Bapak Ario Muhammad dan Ibu Ratih Nea Anggraini. Saya sendiri pun termasuk fans keluarga mereka.

Keluarga yang sejauh ini sanggup membentengi anak-anak mereka dari efek negatif gadget. Sanggup memberikan batasan waktu dan hal yang boleh diakses saat orang tua lain keteteran menanggulangi anak-anak yang gadget addict.

Keluarga yang sanggup mengasah potensi anak dan melejitkannya sejak usia dini. Saat anak-anak lain hingga usai dewasa masih kebingungan dengan potensinya. Sekedar info, anak pertama Pak Ario bernama DeLiang telah menelurkan buku ke 9 di usianya yang ke-9.

Tentu semua itu tidaklah mucul dengan sendirinya. Ada peran ayah dan ibu dalam mengikhtiarkan pengasuhan terbaik.

Sebagaimana sub judul buku ini, di buku PPS2 lebih banyak cerita tentang pola asuh ayah. Istilah pak Ario ‘Ayah Under Construction’. Saya tergelitik dengan pemilihan diksi under construction sebab kata konstruksi lebih familiar digunakan dalam pembangunan gedung atau infrastruktur. Konstruksi biasanya ditangani oleh para kontraktor, orang-orang bergelar sederet yang menangani hal-hal penting guna menghasilkan bangunan berkualitas.

Saya pun teringat sebuah anekdot bahwa untuk menghasilkan bangunan berkualitas, seseorang perlu belajar bertahun-tahun. Tapi untuk menghasilkan manusia berkualitas –unsur terpenting dalam peradaban- banyak orang merasa tidak perlu belajar.

Mungkin penulis sengaja memilih diksi ini untuk menyentil para orang tua atau calon orang tua yang malas belajar tapi mengharapkan generasi berkualitas. Terutama bagi para lelaki sebagai ayah atau calon ayah yang sering salah paham tentang pola asuh.

Banyak keluarga seringkali menganggap bahwa tanggungjawab pengasuhan yang utama ada pada seorang ibu. Padahal, idealnya tidaklah demikian. Terutama dalam Islam. Jika kita mengkaji Al-Qur’an dengan tema percakapan antara anak dan orang tuanya. Sosok ayahlah yang menempati presentase terbesar.

Artinya pesan-pesan penting yang menjadi bekal kehidupan anak, seorang ayahlah yang lebih berefek dalam memberikannya. Demikianlah panduan langit berbicara.

Sebuah keluarga, jika diibaratkan sebagai sekolah maka ayah adalah kepala sekolahnya sedangkan ibu adalah gurunya. Ayalah yang menyusun konsep dan ibu sebagai eksekutor. Kalau ayahnya tidak punya ilmu, bagaimana bisa menyusun konsep pengasuhan terbaik?

Nah, melalui review ini, saya ingin membagikan pada Sobat Waode bagaimana polas asuh Pak Ario selaku penulis buku PPS 2. Buku ini disajikan secara asyik layaknya seorang kawan yang sedang bercerita tentang keluarganya. Mau tau keseruannya?

Yukkk lanjut!!!

Buku ini dibagi menjadi lima bagian yang masing-masing berisi cerita keseharian keluarga Ario Muhammad. Setiap cerita menjadi pembuka sebelum menyampaikan teori-teori terkini tentang pengasuhan. Baik yang berasal dari para ulama maupun penelitian-penelitian terbaru.

1. Pendahuluan

Pada bagian ini, penulis menekankan pentingnya mengenali tipe anak terutama dalam hal kecepatan belajar. Seorang suami sebagai konseptor keluarga harus  bekerjasama dengan istri dalam mencari pola belajar yang pas. Saat emosi tak bisa terbendung dan meninggikan suara, setelahnya peluklah, minta maaf, dan tertawalah bersama agar tak ada luka bersemayam.

“Aku selalu mencoba tak pernah membandingkan dirinya dengan diriku karena akan melemahkan kepercayaan dirinya” (Hal 5)

Pembahasan penting yang juga ditekankan pada bagian pendahuluan adalah Pak Ario selaku penulis buku telah menjelaskan bahwa beliau tengah berusaha membentuk karakter-karakter berkualitas, melawan porn generation. Agar tak kehilangan identitas sebagai muslim di tengah gempuran hiburan melenakan.

2. Generasi Porno (Porn Generation)

Part ini dibuka dengan cerita pak Ario tentang temannya yang berkeliling ke berbagai negara untuk ‘mencari’ pengalaman tidur dengan banyak wanita.  Juga tentang keluarga sesama jenis yang jama ditemui di negara barat. Tentu kita tidak asing lagi dengan budaya seperti ini di luar negeri.

Namun menjadi miris ketika budaya tersebut di impor masuk ke anak-anak muslim melalui lirik lagu dan artis-artis idola. Budaya impor ini efeknya tidaklah sepele. Nilai-nilai keIslaman menjadi buram dan tak lagi diindahkan. Nasehat orang tua mental entah kemana.

Pakaian itu adalah pengajaran tentang akidah, didikan untuk beribadah.

Tak salah jika Ben Saphiro menggelari generasi ini sebagai lost generation

Disinilah pentingnya rumah menjadi pemegang saham utama dalam melahirkan generasi terbaik. Memberikan perlindungan dari budaya-budaya yang bertentangan dengan keimanan. Sebagaimana kata pak Ario “Rumah kecil kita adalah tempat kita menenun kebaikan. Menjahitnya menjadi pakaian yang akan melindungi anak-anak kita dari jeratan dunia yang semkain menggelisahkan.

3. Pendidikan Iman

Belajar dari keluarga Imran terdapat doa-doa yanng dipanjatkan demi kebiakan generasi. Inilah yang harus dipersiapkan jauh sebelum dikandung. Dilanjutkan dengan ikhtiar. Salah satunya mencarikan anak lingkungan berkualitas dalam perkembangannya.

Terkait pendidikan iman, penulis merujuk pada empat konsep yang disampaikan oleh pakar parenting Islam Dr. Abdullah Nashin Ulwan yaitu :

  • Pengenalan konsep Laa ilaaha illallah
  • Pengenalan hukum halal haram
  • Mendidik anak beribadah sejak dini dan bagaimana agar anak bisa konsisten
  • Mengajarkan anak untuk mencintai Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam dan keluarganya

Semua diuraikan oleh penulis melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tidak semata berteori tapi penulis benar-benar menerapkan dalam kehidupan sehari-harinya.

4. Seni Mendidik Ala Nabi.

Bagian ke empat dari buku PhD Parents’ Stories 2 adalah mendidik ala Nabi. Dimulai dengan pemaparan keteladanan yang diawariskan dari generasi ke generasi sebagaimana nasab Rasulullah. Dari nasab Nabi kita belajar tentang keteladanan adalah warisan paling berharga bagi keturunan kita. Mencari waktu yang tepat untuk mengajarkan kebaikan.

Pada bagian ini penulis membeberkan cerita bagaimana Daisy dan DeLiang

  • Keteladanan
  • Memberi nasehat di waktu yang tepat
  • Bersikap adil
  • Mendengarkan mereka
5. Pendidikan Karakter

Menanamkan karakter pada anak butuh proses yang panjang dan dilakukan sejak dini. Sebagimana Pak Ario menceritakan tentang kisah hidup Rasulullah dalam

  • Jangan biasakan memuji fisik anak. Pujilah karakter positif. Membentuk karakter sejatinya
  • Wariskan cita-cita besar pada anak
  • Ciptakan karakter pemenang bukan pecundang dengan grit. Gabungan antara passion dan daya tahan untuk belajar dan berkarya. Grit istilah yang ditemukan oleh Dr. Angela Duckworth

Bagaimana cara agar pengendalian diri, grit, TRICK, dan konsistensi bisa tumbuh dalam keluarga? Sobat Waode bisa baca pembahasan komplitnya di dalam buku ini. Dibahas bukan hanya dengan menjelaskan teori-teori tapi dicontohkan langsung dan sangat bisa untuk dipraktekkan.

 

24 thoughts on “Review #6 “PhD Parents’ Stories 2”

  • June 22, 2021 at 11:29 pm
    Permalink

    Wah mupeng … saya jadi pengen beli bukunya. Saya pengen sekali waktu free sekeluargaan dari gadget, tapi kadang susah karena kami tinggal menumpang dengan orang tua saya lagi dimana ponakkan-ponakkan saya juga ikut tinggal bersama kami dan mereka bebas menggunakan ponsel.

    Reply
    • June 23, 2021 at 9:37 am
      Permalink

      Rekomended sekali buku ini. Mungkin bisa coba terapkan cara2 keluarga Pak Ario dalam mengatur penggunaan gadget.

      Lingkungan yang bebas pakai gadget itu jadi tantangan berat untuk mengatur penggunaan gadget pada anak. Semangat Mba Annisa.

      Reply
  • June 23, 2021 at 7:53 am
    Permalink

    Aduuuh malu sama anak 9 tahun, udah punya 9 buku. Huhuhu. Memang benar kata orang, anak dicerminkan dari orang tuanya.

    Reply
    • June 23, 2021 at 9:37 am
      Permalink

      Yupsss… Pola asuh emang sangat berpengaruh dalam perkembangan anak.

      Reply
  • June 23, 2021 at 8:08 am
    Permalink

    Bagus banget ya kak, isinya daging semua.. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi pribadi yang utuh, beriman dan bermanfaat bagi sesama negara dan agama ya kak,, Amin..

    Reply
      • June 24, 2021 at 2:16 am
        Permalink

        Sangat menohok. Pas banget dengan saya sebagai seorang ayah. Duh, jadi inget dosa-dosa saya kepada anak.

        seorang ayahlah yang lebih berefek dalam memberikannya.

        Menjadi penguat saya dalam mendidik.

        Reply
  • June 23, 2021 at 10:39 am
    Permalink

    Saya punya anak remaja dan sebenarnya cukup menggelisahkan. Tak sering tapi ada kalanya ada kegelisahan dengan beberapa perilaku yang ingin saya ubah. Salah satunya salah kaprah memperlakukan gadget. Luar biasa jika di masa sekarang ini ada keluarga yang anaknya bisa salah kaprah pegang gadget, karena pandemi ini rasanya memberi alasan bagi anak untuk sering memegangnya

    Reply
  • June 23, 2021 at 1:19 pm
    Permalink

    Wah benar-benar keluarga panutan ya
    Jadi banyak belajar saya.
    Punya anak pra remaja kayak gini banyak deg-degannya deh
    Takut salah mengarahkan masa remajanya
    Semoga kami bisa mendampinginya dengan baik

    Reply
  • June 23, 2021 at 5:12 pm
    Permalink

    baca sekilas review jadi keinget adik sendiri,yang kadang susahhh bener dikasih tau.padahal udah SMA tapi berasa kayak anak SD

    Reply
    • June 24, 2021 at 12:38 pm
      Permalink

      benar Mba. Miris melihat banyak generasi yang secara umur sudah dewasa tapi masih terlena dengan game. Padahal dunia banyak main kan dunianya anak-anak. Kok sekarang sampai dewasa malah kebawa-bawa.

      Reply
  • June 24, 2021 at 2:16 am
    Permalink

    Sangat menohok. Pas banget dengan saya sebagai seorang ayah. Duh, jadi inget dosa-dosa saya kepada anak.

    seorang ayahlah yang lebih berefek dalam memberikannya.

    Menjadi penguat saya dalam mendidik.

    Reply
    • June 24, 2021 at 12:33 pm
      Permalink

      Alhamdulillah jika bermanfaat Pak. Semoga Allah mudahkan ikhtiar untuk memberikan pengasuhan terbaik.

      Reply
  • June 24, 2021 at 7:57 am
    Permalink

    Hanya mau nanya, kalau mau miliki buku ini, belinya di mana?
    Saya butuh untuk anak-anak saya yang telah menikah agar mereka belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik dan berkualitas.

    Reply
    • June 24, 2021 at 12:31 pm
      Permalink

      Masya Allah. ibu yang luar biasa. bisa langsung chat akun pemasarannya bu di nomor 082126908782. Gratis ongkir seluruh Indoensia kecuali Maluku dan papua.

      Reply
  • June 24, 2021 at 12:47 pm
    Permalink

    Buku PhD Parents’ Stories 2 ini recomended banget, pola asuh ayah ya Mba. Seorang ayah memiliki peran yang besar bahkan utama ya dalam pengasuhan anak. Makasih sudah sharing review bukunya Mba

    Reply
  • June 26, 2021 at 5:24 am
    Permalink

    Anak emang cerminan orang tuanya ya, Pak Ario dan istri adalah generasi pembelajar, setiap hari bergelut dengan buku, riset. Maka anak-anaknya pun meniru dan memang mereka sejak kecil juga sudah akrab dengan buku

    Reply
  • June 28, 2021 at 12:44 pm
    Permalink

    Wah bukunya sangat bagus yaa, info info tentang cara mendidik anak memang sangat di butuhkan agar anak tidak salah didik terutama untuk ayah perannya sangat penting

    Reply
  • June 29, 2021 at 8:11 am
    Permalink

    Pas baca di bagian generasi porno kok saya jadi ngeri ya kak. Memang keluarga merupakan sebaik-sebaik tempat mendidik anak

    Reply
    • July 2, 2021 at 12:02 am
      Permalink

      Generasi Porno memmang tengah menjadi tantangan berat dalam keluarga muslim. Inilah pentngnya ilmu bagi setiap keluarga.

      Reply
  • July 1, 2021 at 12:20 am
    Permalink

    9 tahun udah menulis buku, itu luar biasa. Mungkin seperti inilah pola asuh aris Maudy Ayunda. Banyak orang membandingkan pola asuh orang tua mereka dengan pola asuh Maudy yang membuat Maudy jadi begitu suksesnya

    Reply
  • July 1, 2021 at 1:43 pm
    Permalink

    Mendidik anak ternyata ada seninya juga ya sehingga bisa sukses seperti Maudy dan yang paling penting pola asuh ya dari orang tua

    Reply
    • July 2, 2021 at 12:01 am
      Permalink

      iya Mba. Pola asuh sangat menentukan pendidikan anak.

      Reply
  • July 10, 2021 at 4:57 am
    Permalink

    Jadi penasaran sama bukunya mbak. Pasti akan menambah wawasan pengasuhan ya. Andai bisa diterapkan dengan maksimal pasti pola asuh dan karakter anak akan terbantuk baik.

    Reply

Leave a Reply to Waode Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *