Review #5 “PhD Parent’s Stories”

PhD Parent’s Stories –Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup- Setelah kemarin menulis tentang STOP! Jangan Ada Remaja Di Rumah Kita yang berisi seputar bahaya penggunaan istilah remaja, juga disertai contoh-contoh orang-orang yang tak mengalami masa remaja. Dilanjutkan dengan 3 Tahapan Mendidik Anak Agar Menjadi Pemuda Bukan Remaja

Mungkin ada yang bertanya apakah bisa dilakukan? Menurut saya, sejauh ini saya menemukan pola didik tersebut dari keluarga Bapak Ario Muhammad, PhD yang tertuang dalam buku PhD Parent’s Stories.

Sebelum lanjut bahas bukunya, mungkin ada baiknya kita kenalan dulu sama tokoh-tokoh dalam buku ini.

  1. Ario Muhammad, PhD

Seorang pemerhati sastra kelahiran Malifut (Halmahera Utara). Lulusan terbaik Fakultas Teknik UMY kemudian mendapatkan beasiswa dari National Taiwan University of Science and Technology (NTUST) dan menyelesaikan S-3 (PhD) di University of Bristol Inggris. Di tengah kesibukan menyelesaikan study dan pekerjaan, penulis masih mampu menelurkan tulisan-tulisan bergizi.

2. Ratih Nur Anggraini.

Wanita asal Trenggalek yang membuat salut pada keberaniannya menrima pinangan seorang lelaki dalam keadaan yang masih belum jelas sementara beliau telah berstatus sebgai seorang dosen. Menikah ketika tak mapan lalu merangkai kisah bersama mendaki tangga kesuksesan. Salut pada perjuangan beliau menuntasan S2 ditengah perjuangan dalam kepayahan yang bertambah-tambah ketika mengandung DeLiang.

3. Muhammada DeLiang Al Farabi.

Putra pertama Pak Ario dan Bu Ratih yang lahir di negeri Taiwan ditengah perjuangan kedua orang tuanya berjuang menylesaikan S2. Sejak dalam kandungan ia telah berkenalan dengan dunia riset. Pada usia 3 pekan, di tengah musim panas ia menjadi saksi perjuangan ibunya menuntaskan S2 nya dalam penjagaan sang ayah.

4. Daisy

Nona Maluku yang keras dan cenderung rebel. Tapi di balik semua itu Daisy seringkali hadir dengan tingkah-tingkah menggemaskannya.

Buku ini terdiri dari 16 bab yang terbagi dalam 5 pokok bahasan utama yaitu :

1. Memilih pasangan hidup

Penulis mengarahkan kita untuk belajar pada kisah cinta manusia mulia. Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam dan Khadijah adalah panduan yang disodorkan sejarah dalam memilih pasangan, menjalani kehidupan bersama, hingga saat maut memisahkan.

Dalam memilih pasangan ada istilah sekufu atau setara yang perlu diperhatikan. Sebagaimana kedua insan mulia di atas disatukan oleh kesetaraan ilmu, karakter, dan kesucian diri di hadapan Allah.

Kesetaraan adalah ikhtiar yang harus terus diupayakan sejak sebelum memilih pasangan. Jika menginginkan yang baik agamanya, maka tentu mengupgrade kualitas agama diri menjadi keharusan. Jika menginginkan yang luas ilmunya, maka  sebuah kebutuhan untuk meluaskan wawasan agar tak canggung dalam diskusi bersama pasangan.

Ada satu kutipan menarik di halaman 8 tentang sekufu dalam ilmu.

“Kamu boleh terpikat dengan seorang perempuan cantik rupawan, tapi apakah kamu kuat saat obrolanmu tentang hal-hal yang terasa berat baginya justru tak mendapatkan respon apa-apa? Padahal kamu mengerti betapa tak sukanya kamu dengan orang yang tak nyambung ketika diajak bicara.”

Kita tentu ingat bagaimana sosok bunda Khadijah mampu hadir dengan peran terbaiknya saat Rasulullah mengemban risalah langit yang maha berat. Sang Ummul Mukminin menjadi oase yang terus menyejukkan sang Nabi.

Inilah karakter yang juga menjadi PR bagi kita : pantang menyerah, memiliki growth mindset, punya good habbit. 
2. Perjuangan perempuan semesta

Bagian ini di awali part berjudul “Hi Eropa, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim”. Seringkali para muslimah dicitrakan sebagai perempuan-perempuan terbelakang yang dikekang oleh aturan agama. Anggapan tersebut menjadi PR bagi para muslimah untuk menghapusnya. Tampil di pentas dunia tanpa menanggalkan atribut keIslaman. Seperti sosok bu Ayu dan beberapa muslimah dalam buku ini.

Bu Ayu, saat buku PhD Parents’ Stories ditulis tengah mengambil PhD bidang Teknik Kimia di University of Bath setelah 10 tahun vakum dari dunia kampus. Alasan dibalik semua itu sungguh menakjubkan “Aku ingin membuktikan pada orang-orang di sini. Bahwa seorang muslim itu cerdas, punya pendidikan tinggi, bisa sekolah sampai S3.”

Ya, setiap muslim adalah duta bagi agamanya.

Ada pula cerita dari sosok Nadiya Hussain asal Bangladesh yang berhasil menginspirasi masyarakat Inggris melalui keahlian memasaknya.

Tak ketinggalan sosok inspiratif lainnya yaitu istri Pak Ario, -Ratih Nur Anggraini-. Beliau membuat kagum pembimbing S3 nya sebab mampu menyelesaian studi doktoralnya sembari mendampingi secara maksimal pertumbuhan dua anak mereka.

Cerita Mba Ratih dimulai dengan jatuh bangun meraih beasiswa S3 serta melewati tahun pertama dengan hamil dan melahirkan. Benar-benar sebuah perjuangan menginspirasi dan patut mendapatkan apresiasi.

“Peran sebagai ibu , seharusnya tidak membatasi seorang wanita untuk berkarya.”

Ah, ada banyak pelajaran yang bisa direguk dari sosok perempuan-perempuan semesta.

3. Mendidik anak semesta

Sebagai penggemar masalah parenting, bagian ini menjadi salah satu favorit. Saya cukup terkesan pada bagiamana Pak Ario bisa menjadi sosok Ayah yang menempatkan diri sebagai teman diskusi bagi anak-anaknya. Diskusi antara anak dan ayah adalah momen pendidikan yang akan sangat membekas bagi anak.

Banyak ayah seringkali kehilangan kosakata di depan anaknya. Walhasil mereka sering dipoisikan hanya sebagai mesin ATM. Ustadz Budi Asahri sampai dibuat gemes dengan para Ayah model begini. Beliau ingin membuat panduan percakapan bagi para ayah dalam setahun agar tak kehilangan kata-kata di depan anaknya.

Simaklah percakapan saat suatu kali saat keduanya menuju masjid, “Ok now, which one is more important. Being smart or being a hard working?”- Ok, mana yang lebih penting, menjadi orang pintar atau pekerja keras? (Hal. 193)

Percakapan di atas bukanlah pertanyaan ujug-ujug. Pertanyaan tersebut muncul sebagai buah dari dialog panajnag dan pemahaman yang coba ditanamkan. Jawaban yang diebrikan oleh DeLiang mungkin akan susah ditemui pada anak-anak kebanyakan.

Tips-tips Parenting Dalam Buku PhD Parents Stories

Belajar dari Nanny911 versi Inggris jika ada masalah dalam system parenting maka lakukan analisis masalah. Mintalah bantuan apda orang yang kompeten. Untuk kemduai lakukan penyelesaiannya secara serius dan kompak.

  1. Peran ibu yang “cacat”
  2. Tidak ada kerja sama yang baik tentang parenting antara ayah dan ibu
  3. Tidak ada aturan yang jelas di rumah

Dalam menyelesaikannya ,cara yang dilakukan oleh sang nanny yang dipaparkan dalam buku ini menarik untuk disimak dan dipraktekkan.

Salah satunya reflection room. Tempat dimana anak dihukum saat melakukan kesalahan. Di Rumah Pak Ario diberlakukan pojok refleksi. Hukuman ini kelihatan ringan bagi orang dewasa tapi bagi anak didiamkan dan tidak diperhatikan adalah hal paling menyiksa bagi mereka.

Pada halaman 178 penulis menjeaslkan panjang lebar teori yang digunakannya. Salah saunya dari Dr. Angela Duckworth merumuskan cara merealisasiskan target dan jikka ingin membuat anak sukses maka berikan motivation dan volition (gabungan antara will power dan self control). Keduanya merupakan formula dari teori grit. Beliau menuliskannya dalam buku dengan judul yang sama Grit. Passion dan kekuatan untuk berusaha menghadapi kesulitan dalam waktu yang lama.

Ini penting banget buat yang senang ikut seminar motivasi. Pas lagi di ruangan motivasi segambreng, dituliskan dan ditempel. Lalu? Perlahan-lahan pudar kan? Disinilah harus ada volition.

Aturan pertama : semua anggota keluarga termasuk ayah dan ibu harus memiliki satu atau lebih aktivitas yang sulit (hard thing). Pilih kegiatan yang membutuhkan deliberate practice –aktivitas rutin yang dilakukan dengan serius, penuh konsentrasi, evaluasi, dan perbaikan terus menerus sepanjang waktu.

Kedua ; You can quit, Kamu bisa berhenti dari hard thing tersebut tetapi berhentinya setelah mencobanya dalam waktu yang lama. Minimal satu tahun dan berhenti setelah mencoba maksimal

Ketiga, anda sendiri yang menentukan hard thing yang kalian lakukan. Tertarik lalu tekuni. Contohkan pada anak hingga dia berpikir bahwa jika ingin suskes maka harus bekerja keras.
4. Belajar dari mereka

Pada bagian ini Pak Ario membeberkan banyak hikmah yang dipetik dari kebersamaan keluarga mereka. Kelahiran DeLiang yang jauh dari sanak keluarga, sidang tesis sang istri di tengah musim panas dengan membawa seorang bayi, tantangan mengajrakan Islam di negeri minoritas, dan hikmah-hikmah lain dalam perjalana keluarga mereka.

5. Sebuah renungan untuk masa depan anak kita

Bagian ini berisi himbauan kepada para orang tua yang sangat penting untuk diperhatikan.

Hal yang perlu dibenahi

Sebagaiman kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak, demikian pula di buku ini ada hal yang perlu dibenahi yaitu typo pada beberapa bagian. Namun, menurutku tidak begitu  berpengaruh terhadap isi buku.

Perckapan antara DeLiang dan ayahnya kebanyakan dilakukan dalam bahasa Inggris yang kemudian di translate dalam paragraf yang sama. Bagi sebagian orang yang mampu mengerti maknanya bagian ini mungkin mengganggu. Tapi bagi yang tidak paham bahasa Inggris, bagian ini tentu saja sangat membantu.

Dengan 52 sumber rujukan dalam dan luar negeri, buku ini saya rasa pantas untuk dijadikan salah satu referensi dalam dunia parenting. Terlebih bagi mereka yang juga sedang berada dalam kesibukan. Terlebih buku ini cukup dipinang dengan mahar Rp 45.000 tanpa ongkos kirim ke seluruh Indonesia. Mahar yang tentunya sangat murah untuk bacaan bergizi.

Berdasarkan pengalaman Pak Ario dan Bu Ratih kita bisa men‎yimpulkan bahwa “Kesibukan bukan untuk mengabaikan keluarga. Kesibukan menjadi jalan untuk memberikan banyak ilmu pada mereka”

 

 

 

23 thoughts on “Review #5 “PhD Parent’s Stories”

  • May 5, 2021 at 2:36 am
    Permalink

    Ini semacam buku biografinya pa Ario Muhammad tentang parenting kah?
    Peran Daisy sebagai apa ya? Hum…kayaknya mending beli bukunya kalik ya, biar engga penasaran…
    Setiap keluarga punya perjuangan sendiri ya…Mungkin bisa jadi inspirasi…

    Reply
  • May 5, 2021 at 5:17 am
    Permalink

    Saya suka dengan cara keluarga Ario Muhammad dalam mendidik putra putrinya. De Liang pun sudah berhasil menulis beberapa buku dalam bahasa inggris. Sangat menginspirasi bagaimana orangtua yang sibuk dengan studinya tetap dapat mendidik anak dengan sepenuh jiwa.

    Reply
    • June 5, 2021 at 2:23 am
      Permalink

      Benera banget Mba. Keluarga inspiratif.

      Reply
  • May 5, 2021 at 9:18 am
    Permalink

    Tema buku tentang parenting ini selalu menarik untuk dibaca, salah satunya buku PhD Parenting ini karya Pak Ario. Salut juga ya beliau mampu menempatkan diri sebagai teman diskusi untuk anak-anaknya. Komunikasi yang nyambung satu sama lain dan support dari kedua pasangan, insha Allah deh mampu menggapai masa depan bahagia bersama pasangan

    Reply
  • May 5, 2021 at 2:55 pm
    Permalink

    Bagus ya sinopsis ceritanya jadi ingin membaca utuh bukunya..mau beli ahh bukunya..

    Reply
  • May 6, 2021 at 12:03 am
    Permalink

    Buku-buku dengan tema parenting yang diangkat dari pengalaman pribadi selalu menarik untuk dibaca. Meski tak semuanya bisa kita terapkan secara langsung pada anak-anak kita, tapi bisa jadi pelajaran dan pertimbangan dalam mendidik anak

    Reply
  • May 6, 2021 at 1:41 am
    Permalink

    Ini buku fiksi atau catatan perjalanan ya, Mbak? Kalau boleh saya tebak, ini buku nonfiksi yang ditulis dengan gaya bercerita. Saya belum baca buku ini, dan ingin membacanya kapan-kapan. Terima kasih untuk ulasannya

    Reply
  • May 6, 2021 at 1:43 am
    Permalink

    Buku PhD Parent’s Stories ini luar biasa ya kak, karena kesannya bisa dapet banget karena berdasarkan pengalaman orang lain…

    Reply
  • May 6, 2021 at 2:06 am
    Permalink

    Saya sering baca cerita-cerita singkat pat Ario di FB (kebetulan berteman), seneng membaca tulisan-tulisannya itu. Salu buat pasangan suami istri ini, walau sama-sama sibuk, tinggal jauh di negeri orang, tapi sukses mendidik kedua anaknya

    Reply
  • May 6, 2021 at 3:13 am
    Permalink

    Harga bukunya bersahabat banget ya mbak. Dimana bisa ngedapetin buku PHD parent ini kak? Sebagai oranngtua perlu banget banyak belajar tentang ilmu parenting, agar gak salah jalan dalam mendidik anak-anak

    Reply
    • June 5, 2021 at 2:23 am
      Permalink

      Bukunya bisa di pesan di instagram Nea Publishing Umm…

      Reply
  • May 6, 2021 at 4:40 am
    Permalink

    Buku ini PhD Parent’s Stories memang terbaik, sangat rekomended buat dibaca unt pendidikan dalam keluarga

    Reply
  • May 6, 2021 at 7:21 am
    Permalink

    Hihi saya suka kalimat di atas.. yang menggambarkan memang lelaki cenderung suka dengan perempuan cantik. Tapi perlu dipikirkan kembali. Betapa tak menyenangkannya bila perempuan cantik diajak ngomong ternyata gak nyambung. Aaah betapa gak enaknya

    Reply
  • May 6, 2021 at 2:47 pm
    Permalink

    Buku-buku yang wajib dibaca oleh saya yang sudah berkeluarga nih. Dari buku ini dapat diambil pelajaran untuk bagaimana mengarungi biduk rumah tangga agar tetap harmonis serta cara mendidik anak yang baik dari pengalaman oralng lain

    Reply
  • May 7, 2021 at 12:50 am
    Permalink

    Hari gini, kalo anak dimasukin ke ruangan khusus untuk merenungi kesalahannya, yang ada nenek kakeknya bakal ‘nyerang’ emak bapaknye ye. Dibilang ‘ngurung’ anak di kamar. Wkwkwk. Masya Allah, sungguh parenting itu benar-benar tantangan kita seumur hidup sebagai orang tua.

    Reply
  • May 9, 2021 at 9:38 pm
    Permalink

    Aah masyaAllaah aku juga pernah baca buku ini beberapa tahun lalu. Jadi kangenn, baca review ini serasa flashback. Sampai sekarang pun tetep terus belajar untuk jadi orangtua yang baik.

    Reply
  • May 16, 2021 at 10:58 pm
    Permalink

    Saya baca buku ini beberapa tahun lalu Mbak,, emang seru banget ya kisah Mas Ario dan Mbak Ratih dalam meraih gelar²nya sambil membesarkan anak. Mengajarkan tauhid pada anak di tengah² negeri nonmuslim juga…
    Inspiratif dan motivatif banget terutama buat saya yang masih ingin lanjut sekolah lagi. Tfs ya Mbak

    Reply
  • May 20, 2021 at 4:11 am
    Permalink

    Saya selalu suka dengan biografi orang “biasa” yaitu orang-orang yang bukan multi bilioner yang nampak tidak terjjangkau oleh rakyat, hehe.
    Dulu pernah tau sih buku ini, alhamdulillah sekarang tau gambaran besar isi bukunya 😀

    Reply
  • May 20, 2021 at 4:30 am
    Permalink

    Bicara parenting tuh nggak ada habisnya, ya.
    Orang tua pun bisa baca banyak buku sebagai referensi parenting untuk diterapkan di dalam keluarganya.
    Parenting zaman now juga pasti banyak tantangan deh, yakin…

    Reply
  • June 3, 2021 at 11:50 pm
    Permalink

    Mungkin karena belum berumah tangga, aku nggak terlalu tertarik sama buku parenting sih kak. Tapi habis baca review ini, asli jadi pengen langsung baca. Padahal harusnya malah yang belum nikah kudu banyak2 cari info soal parenting yah, harus mengejar ketertinggalan nih biar siap nikah asap, haha!

    Reply
  • June 15, 2021 at 11:52 pm
    Permalink

    Jadi tertarik habis baca ulasannya.

    Reply
  • June 22, 2021 at 4:21 am
    Permalink

    Setiap keluarga punya cara didik mereka sendiri ya kak, setelah baca review ini aq jadi pengen order bukunya langsung soalnya penasaran sama peran Daisy ini menjadi apa

    Reply
    • June 24, 2021 at 12:52 pm
      Permalink

      Yupss..sejauh ini saya melihat keluarga Pak Ario bisa dijadikan referensi dalam mendidik. Kalau mau order bukunya langusng hubungin adminnya aja Mba ke nomor WA 082126908782

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *