Review #3 “Journey to Andalusia”

Identitas Buku

Judul               : Journey to Andalusia

Penulis             : Marfuah Panji Astuti (Mba Uttiek)

Penerbit           : BIP

Harga              : Rp. 115.000

***

Assalamualaikum… Sobat Waode.

Beberapa hari yang lalu saya iseng melempar pertanyaan ‘dimana Andalusia?’ sebagai status WA. Hasilnya muncul beragam tanggapan. Ada yang jawabannya yakin banget, ragu-ragu, ada juga yang keliru.

  • Turki bukan? Pernah sekilas baca.
  • Andalusia itu Eropa. Negaranya, Spanyol kali ya?
  • Orang awam sepertiku taunya Andalusia Kristiani karena dulu terkenal filmnya waktu kecil
  • Spanyol
  • Andalusia yang saya ingat itu negara2 di Eropa
  • Di Prancis?
  • Spanyol kayaknya
  • Sekarang Spanyol sepertinya? Not really sure
  • Turki ya?

Menelisik jawaban-jawaban tersebut nampak banget ya kalau wilayah satu ini kurang terkenal. Padahal Andalusia pernah berkuasa selama kurang lebih 800 tahun. Tepatnya pada tahun 711-1492 M.

Dalam sejarah Islam, Daulah Umayyah Andalusia pada masanya mengusai wilayah yang kini dikenal dengan nama Spanyol, Portugal, dan sebagian wilayah Prancis. Lebih jelasnya bisa lihat pada peta dalam buku Journey to Andalusia halaman 165.

Efek keberadaan Andalusia bisa dilihat dalam buku The Moors in Spain karya Stanley Lane Poole. Beliau menuliskan tentang Dunia Barat yang berhutang banyak pada Islam, “Bagaikan bulan yang cahayanya hasil meminjam dari umat Islam”.

Selama dan sedahsyat itu perannya kok gak pernah ada dalam pelajaran Sejarah?

Ini jadi pertanyaan yang juga menari-nari di benakku. Coba deh ingat-ingat kembali pelajaran sejarah di SMP-SMA. Pelajaran sejarah biasanya dimulai dengan manusia purba lalu peradaban seperti Mesopotamia, Inca, Chibca, Mesir Kuno, Yunani Romawi, Persia, Revolusi Industri, Masa Hindu-Budha, Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia lalu masuk ke sejarah modern.

Intinya, sepanjang pelajaran yang ada hanya tentang masa purba, peradaban awal, Kristen yang mempengaruhi Eropa, Hindu Budha sebagai cikal bakal Indonesia, dan kerajaan Islam di Indonesia. Ini membuat saya bertanya-tanya, Islam ini gak punya andil sama sekali ya dalam perjalanan kehidupan bumi?

Bersyukur, penulis-penulis masa kini perlahan-lahan membongkar fakta seputar peradaban Islam. Salah satunya Mba Uttiek. Beliau menulis buku serial Jelajah Tiga Daulah besar yang pernah menguasai peradaban dunia. Secara berturut-turut ketiganya terdiri dari Daulah Umayyah (Damaskus 661-750 M, Andalusia 1492), Daulah Abbasiyyah (750-1258), dan Daulah Utsmani (1299-1923).

Baca Juga Review#1 Journey to Aqsa

AADA -Apa Apa Dengan Andalusia-?

Pada bab ‘Assalmualaikum Andalusia’ dibuka dengan penuturan Mba Uttiek bahwa perjalanan ke Andalusia dipersiapkan selama setahun lebih. Membaca berbagai buku rujukan seputar tanah Andalusia.

Kenapa harus setahun?

Persiapan setahun bukannya tanpa alasan. Sejalan dengan tagline penulis ‘berjalan untuk mengkonfirmasi sejarah’.

Terlebih Andalusia menyimpan jejak sejarah tentang bagaimana Islam menyinari sebuah negeri dengan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Ada lebih dari 2/3 sejarah Islam di tanah Andalusia.

Seperti biasa, perjalanan Mba Uttiek dimulai dengan melaksanakan ibadah umrah. Berhubung perjalanan kali ini bukan hanya untuk menyusuri Tanah Andalusia namun juga menapaktilasi jejak para pembebasnya seperti Musa bin Nushair dan panglimanya Thariq bin Ziyad, maka perjalanan dimulai dari Maroko tepatnya di kota Casablanca.

Kota asal para penakluk semenanjung Iberia. Dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju kota Rabat-Fes-Tangier. Dari Tangier menyebrang Selat Gibraltar ke Tarifa lalu masuk wilayah Andalusia.

Sebelum menjelajahi tanah Andalus, lewat buku ini Mba Uttiek mengajak pembaca  mengunjungi beberapa destinasi andalan Maroko diantaranya

  • Place Muhammad V,
  • Masjid Hassan II –ikon negara maroko- yang sebagian bangunannya menjorok ke Samudera Atlantik,
  • Hamam –area permandian- dengan arsitektur megahnya yang kental budaya Andalusia,
  • Kasbah Oudayas –benteng yang digunakan dalam film Mission Imposible : Rogue Nation

Di halaman 42 saya dibuat terpesona dengan konsep kota labirin bernama Old Madina di Kota Fes. Dulunya tempat ini adalah pusat kehidupan kota Fes. Kota ini dibangun berbentuk labirin bukan tanpa maksud. Melainkan sebagai system kemanan. Jika ada penjahat yang coba masuk ke wilayah ini maka bisa dipastikan dia akan kesulitan untuk keluar. Bahkan sekarang pun, tanpa local guide pengunjung akan kesusahan keluar dari Old Madina.

Di kota Fes ini pula seorang Fatima Al Fihri mendirikan Jamiáh Al Qarawiyyin (Univeristas Al Qarawiyyin) yang dinobatkan oleh Guiness Book of World Record sebagai universitas tertua di dunia yang masih ada hingga saat ini.

Setelah menjelajah Maroko pembaca diajak masuk ke Andalusia dengan menggunakan feri cepat dari Tangier ke Tarifa. Menyebrangi Selat Gibraltar selama 35 menit. Selat ini menjadi saksi pembebasan (futuhat) Andalusia oleh pasukan Thariq bin Ziyad.

Dalam beberapa catatan sejarah, Thariq bin Ziyad dikatakan memerintahkan pembakaran kapal untuk menyemangati pasukannya. Namun semua itu hanya HOAX semata.

Saksi pembebasan yang masih bisa disaksikan hingga hari ini salah satunya Castilla de Guzman –benteng pertahanan yang dibangun pada masa pemerintahan Abdurrahman III-

Dalam perjalanan di kota Malaga, ada catatan penting yang harus diingat jika kaum muslim mengunjungi kota ini. Jangan menelan mentah-mentah informasi dari guide. Akan ada banyak informasi yang miss dengan fakta sebenarnya. Terutama tentang sejarah Islam. Salah satunya fitnah keji kepada Abdurrahman Ad-Dakhil seputar Masjid Cordoba.

Ini bukan salah guide sepenuhnya namun tentang pembelokan sejarah secara sistematis.

Baca Juga Review #2 “Journey to The Greatest Ottoman”

Membaca bab “Berjumpa Antonia di Malaga’  sungguh bikin nyesek. Terlebih Mba Uttiek menutupnya dengan sebuah catatan ‘Saya akan terus menulis tentang Andalusia. Bukan sekedar mencatata perjalanan ini, namun informasi ini harus terus ada yang menuturkannya.”

Dari Malaga perjalanan dilanjutkan ke Granada. Wilayah kekuasaan daulah Islam terakhir di Andalusia. Di kota ini terdapat  bangunan menakjubkan dari masa daulah Islam yaitu Istana Alhambra.

Ada begitu banyak hal menkajubkan dari istana bangunan yang dibuat dengan mengadopsi konsep taman surga.

Jika di Malaga merasa nyesek maka ada kebahagiaan terpancar dari Granada. Ketinggian ilmu pengelolaan kota kaum muslimin masih bisa disaksikan hingga hari ini.

Kota Granada terletak tepat dibawah Pegunungan Sierra Nevada. Salju abadi di puncaknya menjadi sumber mata air yang dialirkan melalui pipa-pipa dengan perhitungan fisika dan matematika teramat rumit.

“Al Hambra adalah puncak dari teknologi, arsitektur, dan seni yang lengkap”  (Hal. 88)

Bab ‘Cordoba Kota Sejuta Cahaya’ dibuka dengan nama-nama para pemikir yang belum tertandingi hingga kini.

“Kalau di abad modern ini nama Albert Einstein sering dipadankan dengan kata jenius, sejatinya apa yang dihasilkannya belum ada apa-apanyadibanding torehan sejarah Ibnu Rusyd. Tanpa buah pikirnya, bisa jadi Eropa sekarang masih dalam belenggu kegelapan.” (Hal. 98)

Pada masanya Cordoba adalah antitesis Eropa pada umumnya yang masih buta huruf.

Menikmati penuturan Mba Uttiek di dalam buku ini, saya tak bisa berhenti untuk kagum dan merangkai mimpi semoga suatu hari nanti bisa melihatnya secara langsung.

Kenapa Harus Baca ‘Journey to Andalusia’

Tidak seperti buku bertema traveling lain, Journey to Andalusia hadir sebagai catatan perjalanan sekaligus cerita sejarah yang dikemas sedemikian mengasyikkan. Tidak mengherankan sebenarnya sebab Mba Uttiek adalah seorang wartawan di kelompok Kompas Gramedia yang hobby traveling tertama di tempat-tempat yang menyimpan jejak Islam.

Journey to Andalusia berisi cerita perjalanan dengan ragam sejarah yang masih jarang diketahui. Membaca buku ini serasa diajak untuk mengunjungi bekas-bekas Daulah Andalusia bersama guide professional. Selain isinya yang begitu menraik, apda halaman akhir terdapat bab ‘Ke Mana? Habis Berapa?’ dan ‘Tip Moslem Traveler ke Eropa’. Sangat cocok dijadikan panduan membuat ittinerary.

Sebelum menyusun ittinerary, jangan lupa untuk banyak membaca. Membuka catatan-catatan Mba Uttiek bikin kita terpacu untuk semakin tau tentang sejarah Islam dan menelusuri jejaknya.

“Bukan sekedar sebagai romantisme sejarah. Namun menjadi pelecut untuk mencari sumber kehebatan kaum muslim di masanya. Mengambilnya sebagai pelajaran untuk kemudian diramu sebagai sebuah formula mengembalikan kejayaan kaum muslimin yang kini banyak terpuruk di berbagai bidang kehidupan.”

Rangkuman dari isi Journey to Andalusia menurut saya berada pada halaman 12-13. Telak menghantam kesadaran sebagai seorang muslim.

“Delapan ratus tahun bukanlah waktu yang singkat. Perlahan benderang itu mulai memudar hingga akhirnya sirna seakan tak berbekas.

Apa yang terjadi?

  • Ketika manusia-manusia terbaik tergantikan oleh mereka yang terlena dengan gemerlap dunia,
  • Ketika ayat-ayat Allah ditukar dengan dendang lagu dan tarian
  • Ketika tadabbur Al-Qurán yang menghasilkan ilmu pengetahuan ditinggalkan,
  • Ketika shaf shalat tak lagi rapat, apalagi jalan jihad.

Saat itu lah kehancuran terjadi. “

Ah, Andalusia, tempat dengan sejarah yang paripurna. Semoga suatu saat Allah mampukan untuk menapak di tanah ini.

Sobat Waode, adakah yang sudah pernah ke wilayah Andalusia? Atau mungkin ada yang ingin di doakan agar bisa ke sana?

Yuk, tinggalkan jejak di kolom komentar.

 

22 thoughts on “Review #3 “Journey to Andalusia”

  • April 16, 2021 at 3:39 am
    Permalink

    Wah ini pelajaran sejarah yang dulu katanya membosankan. Mungkin sistem mengajarnya ya terlalu kaku, jadi cepat bosan, padahal sebenarnya menyenangkan.

    Daaaan, kayaknya sepertinya banyak sejarah yang masih belum terungkap 100 persen. Jadi yang selama kita pelajari ini cuma bagian luarnya aja, secara umum saja.

    Bukunya bagus banget nih, mengalahkan buku pelajaran di sekolah-sekolah.

    Boro-boro ke Andalusia, ke Jogjakarta aja belum pernah, wkwkwkwk….

    Reply
    • April 16, 2021 at 3:42 am
      Permalink

      Benar banget. Dulu kalau belajar sejarah bawaaanya ngantuk bin bosan.

      Nah, Kalau sejarah diajarkan dengan pola seperti buku Journey to Andalusia ini, wiiihhh sejarah bakal jadi mata pelajaran favorit deh.

      Guru-guru sejarah wajib baca sih menurutku biar bisa jadi penyeimbang dalam menyampaikan.

      Reply
      • May 15, 2021 at 4:52 am
        Permalink

        Baca artikel ini jadi inget pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam waktu masih di MAN atau SMA Islam yang negeri.

        Andalusia terkenal sekali, bahkan perpustakaan terbesar di dunia ada di sana. Sebelum akhirnya dibakar habis sama kaum kafir quraisy. Kisahnya terkenang. Pengen dong didoain biar bisa ke sana. Eh tapi baca bukunya dulu deh. Penasaran saya

        Reply
  • April 17, 2021 at 1:04 am
    Permalink

    Aku mengira Andalusia itu hanya Spanyol, wah, ternyata banyak juga sejarah Islam di sana. 2/3 sejarah Islam. Hm, buta banget aku sama sejarah Islam. Pasti keren buku ini. Perjalanan setahun pula dilakukan sebagai riset-nya. Pasti mendalam. Layak dibaca.

    Reply
  • April 17, 2021 at 1:16 am
    Permalink

    Andai peninggalan-peninggalan Islam tidak banyak dihancurkan di tanah Spanyol, kita akan bisa menikmati jejak-jejak Islam di Andalusia dengan lebih banyak, tapi seperti itulah mereka pada zaman itu, bengis terhadap simbol. Beda jauh dengan Muhammad Al Fatih yang meskipun telah menaklukkan Konstantinopel, ia tidak menghancurkan Hagia Sophia.

    Tapi bagaimana pun itu masa lalu ya, semoga saat ini kita bisa menjaga aset-aset ummat dengan baik.

    Reply
  • April 17, 2021 at 2:16 am
    Permalink

    Ya Allah kalau pelajaran sejarah kadang aku suka ga ngikuti nih. Hehehe. Keren tapi ya sejarah kota Andalusia ini

    Reply
    • April 18, 2021 at 11:24 pm
      Permalink

      Keren banget. Salah satu destinasi impian. Dulu Andalusia bukan sekedar kota tapi Daulah. Semacam negara gitu.

      Reply
  • April 17, 2021 at 5:41 am
    Permalink

    Aku tuh selalu terpesona dengan keindahan negara timur tengah rasanya adem aja gitu apalagi kalau udah lihat kota tua dan peninggalan bersejarah nya

    Reply
    • April 18, 2021 at 11:26 pm
      Permalink

      iya Mba kawasan timur tengah pada masa kejayaan Islam menjadi sumber inspirasi hingga tanah Eropa. Salah satunya Andalusia ini.

      Reply
  • April 17, 2021 at 1:20 pm
    Permalink

    Andalusia itu Spanyol. Saya tahu soalnya penggemar berat MotoGP. Setiap GP Spanyol, itu nama lainnya ya GP Andalusia. Banyak advertiser yg bermunculan menuliskan Andalusia juga.Jadi penasaran sama Old Labirin di Kota Fes mba. Duh, buku ini bikin kita bertualang dan mengkhayal ya. Menarik.

    Reply
    • April 18, 2021 at 11:23 pm
      Permalink

      Meski Andalusia lekat dengan spanyol namun dulu wilayahnya meliputi Portugal dan sebagian Prancis. 🙂

      Iy Mba. suatu saat semoga bsia berkunjung ke sana. Bukan hanya di kota Lbirinnnya tapi juga tempat-tempat lain.

      Reply
  • April 18, 2021 at 7:50 am
    Permalink

    Setelah saya membaca kata “Andalusia” saya mendengar kata tsb trs cling ingat pelajaran Sejarah KEBUDAYAAN Islam ketika MTs & MA. Waktu guru saya menerangkan pelajarannya sungguh membosankan, eh ternyata itu adalah tempat yg sejarah yg penting ya maaf daripada kota2 tempat picnik hehe

    Reply
    • April 18, 2021 at 11:19 pm
      Permalink

      Kalau kata seorang pakar sejarah Islam terkait pelajaran sejarah yang membosnakna, itu karena kita dipaksa sekedar menghafal nama peristiwa dan tanggal tanpa menelususri makna peristiwanya.

      Reply
  • April 19, 2021 at 12:40 am
    Permalink

    Aku cuma tau kalo Andalusia itu Spanyol tapi belum belahar sejarahnya yang sampai mendalam. Harus baca Journey to Andalusia nih biar tahu sejarah dengan cara yang asyik dan ngga bosen. Biasanya kan kita belajar sejarah cepet ngantuk yah.
    Jangan menelan mentah-mentah informasi dari guide. Akan ada banyak informasi yang miss dengan fakta sebenarnya. Nah terus gimana taunya nih infonya bener apa nggak?

    Reply
    • April 19, 2021 at 1:12 am
      Permalink

      Toss Mba. Dulu kalau dengar kata Sejarah uda bosan duluan. Yang ada dipikiran cuma ngafalin peristiwa, tempat dan tanggal.

      Recomended Mba untuk punya buku ini.

      Untuk tau info sebenarnya, kalau menurutku salah satunya dengan membaca buku-buku yang kredibel. Aku saranin karya Buya Hamka, Dr. Raghib As Sirjani dan juga buku-buku karya Mba Uttiek inni.

      Oh ya, Mba Uttiek sendiri fokus baca tentang Andalus setahun sebelum berangkat 🙂 .

      Reply
  • April 19, 2021 at 8:38 am
    Permalink

    Wilayah Andalusia sebagian berada di Prancis yaa,, noted. Wah mesti beli bukunya Mbak Uttiek nihh Journey to Andalusia, soalnya emang jarang sejarah mengungkapkan kejayaan Islam di Eropa

    Reply
  • April 20, 2021 at 3:43 am
    Permalink

    Saya jug bru wilayah Andaluasi ternyata melingkupi spanyol, portugal, dan sebagian prancis. Baca bagian Granada, sedikit mengingatkan saya pada salah satu drakor yang memiliki latar di kota tersebut. Ah, jadi pengen baca buku yang diulas ini kak, sekalian mau menjejak di tanah Andalusia, semoga bisa.

    Reply
  • April 29, 2021 at 5:52 am
    Permalink

    Andalusia ku tahunya Spanyol , yah aku fakir ilmu banget mengenai sejarah Islam nih, malu banget.

    Reply
  • April 29, 2021 at 5:55 am
    Permalink

    Andalusia ku taunya Spanyol, aku fakir banget nih mengenai sejarah Islam, malu banget. Semoga bisa menjejakkan kaki di Andalusia

    Reply
  • April 29, 2021 at 10:28 pm
    Permalink

    Aku juga bingung kenapa di buku sejarah ga ada peradaban islam dunia. padahal menarik sekali kalau andalusia ini dimunculkan, duh memang seprti disengaja kita dibuat lupa dengan sejarah islam sendiri huhu. Jadi penasran sama bukunya deh mbak.

    Reply
    • April 29, 2021 at 11:08 pm
      Permalink

      Yupsss… Buku2 seperti ini emang bagus banget untuk dikonsumsi keluarga muslim. Biar bisa mengingatkan kembali bahwa Islam pernah berjaya dan semua itu bisa kita ulangi dengan menemukan formula apa yg digunakan generasi terdahulu.

      Reply
  • May 16, 2021 at 11:33 am
    Permalink

    Nah cerita perjalanan yg dikemas apik dan lengkap pasti diminati dan menambah keingitahuanku ttg Andalusia.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *