Mau Dibawa Kemana Generasi Kita?

Mau Dibawa Kemana Generasi Kita?—Sobat Waode, coba deh tanya ke anak atau adik-adik kita, siapakah tokoh idolanya?

Mayoritas anak-anak mengidolakan tokoh superhero yang kerap jadi tontonannya. Sedangkan kaum remaja idolanya artis-artis dalam maupun luar negeri. Udah jadi hal langka ada anak atau remaja yang mengidolakan orang tua, guru, atau tokoh-tokoh peradaban yang karyanya luar biasa seperti Rasulullah dan para Sahabat.

Ben Saphiro menyebut generasi saat ini sebagai lost generation. Generasi yang hilang. Ario Muhammad, PhD penulis buku PhD Parents’ Stories sependapat dengan hal tersebut. Beliau mengemukakan beberapa alasan atas pendapatnya :

  • Generasi ini hilang karena nilai-nilai agama telah tertukar menjadi kebebasan pribadi dan pilihan sendiri-sendiri
  • Hilang karena nasehat dari orang tua tak lagi didengar tergantikan dengan suara-suara para idola yang pintar berpoles di depan kamera.
  • Hilang karena keteladanan dari guru, orang tua, hingga tokoh-tokoh berkarakter terkalahkan dengan idola para remaja

Bagi yang masih memiliki kepedulian, tentu hal tersebut sangat meresahkan. Sebagai orang yang masuk dalam ‘tim resah’ dengan kondisi ini, saya ingin sedikit berbagi cara yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir kehilangan generasi terbaik.

Apa itu?

Pelajari sejarah para pengubah peradaban dan wariskan ini pada anak dan adik-adik kita.

Eitttsss…, jangan alergi dulu dengar kata sejarah. Walaupun dulu saya juga begitu. 🤭🤭

Saat berseragam putih abu-abu pelajaran sejarah menjadi salah satu momok bagi saya pribadi. Bagaimana tidak, sepanjang pelajaran diharuskan menghafal berbagai nama, tanggal, dan peristiwa. Sesuatu yang sangat menyiksa karena bawaaanya saya tidak suka menghafal.

Lalu, semua berubah 180o saat menemukan ‘rasa baru belajar sejarah’. Belajar yang dikemas dengan penyampaian yang enak dan sarat hikmah ala Ustadz Budi Ashari, Ustadz Adian Husaini, Ustadz Tiar Anwar Bachtiar penulis buku Jas Mewah (Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah dan Dakwah), Ustadz Salim A Fillah, Felix Y Siauw dalam buku Beyond The Inspiration, Mba Uttiek penulis Serial Jelajah 3 Daulah, Mas Edgar Hamas penulis buku The Untold Islamic History (Sejarah Islam yang Belum Terungkap). Rasanya jadi makin ketagihan.

Related :

Review#1 ‘Journey to Aqsa’

Review #2 “Journey to The Greatest Ottoman”

Review #3 ‘Journey to Andalusia’

Pemapaparan mereka menjadi obat bagi rasa malas dan insecure saya sebagai seorang muslim.

Bagaimana tidak insecure, sejak mulai mengetahui, otak saya sudah disusupi bahwa penemu segala teori dan ilmuwan adalah non muslim dari negeri-negeri Barat. Jadilah selama sekolah saya kerap bertanya-tanya, kok tidak ada ya ilmuwan dunia dari kaum muslim? Apa dong yang bisa dibanggakan dengan menjadi seorang muslim?

Efeknya saya jadi merasa bahwa selamanya muslim akan selalu tertinggal dan merasa wajar jika tidak memiliki kiprah apa-apa.

Nyatanya, dari pemaparan beliau-beliau yang namanya tertera di atas, kemajuan Barat saat ini tidak lepas dari kiprah fantastis kaum muslim terdahulu. Para penemu yang kita ketahui di bangku sekolah, belajar dari kaum muslim tapi tidak mau mengakuinya. Sebagian malah membuat cerita yang mengada-ada.

Contohnya penemu teori gravitasi dinisbatkan pada Issac Newton. Pernah dengar kisah bagaimana Issac Newton menemukannya? Konon Issac Newton menemukan teori gravitasi setelah melihat buah apel jatuh. Saat SD, mungkin kita bisa menerimanya tapi coba deh dianalisis lagi. Masuk akal gak sih, liat apel jatuh langsung bisa mencetuskan teori? Rasanya kurang bisa dinalar. Dan ternyata setelah diteliti, jauh sebelum Issac Newton disebut penemu teori gravitasi, dua ilmuwan muslim bernama Ibnu Sina dan Wahbatullah Ibnu Malka sudah menemukannya.

Selain kisah di atas masaih banyak kisah lainnya tentang ilmuwan muslim yang meginspirasi peradaban Barat. Jika ingin mengetahui lebih jauh tentang kiprah luar biasa kaum muslimin, maka bacalah buku Sumbangsih Peradaban Islam pada Dunia karya Prof. Dr. Raghib As Sirjani.

Barat malah setelah dapat ilmu dari muslimin, keluar jadi beringas. Menjajah seluruh dunia dan menguras kekayaan negeri-negeri yang didatanginya.

Buktinya, coba deh ingat-ingat kembali pelajaran sejarah tentang bangsa pertama yang datang ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah. Spanyol dan Portugis. Nah, kedua bangsa itu dulunya bagian dari Daulah Islam Andalusia. Andalusia adalah pusat ilmuwan muslim dan patron peradaban di masanya. Tempat orang-orang Barat belajar hingga mampu menjelajah dunia dan sampai ke Nusantara.

Mereka tidak ujug-ujug langsung berkelana. Setidaknya butuh peta untuk tahu daerah yang dituju. Peta terlengkap di masa itu karya Al Idrisi. Sebelum adanya kompas, para pengelana menggunakan astrolobe sebagai penunjuk arah. Astrolobe digunakan di dunia Islam sejak abad 10 dan diperkenalkan ke Eropa abad 12. Dan masih banyak lagi ilmu yang diwariskan oleh kaum muslimin ke dunia modern.

Dengan menemukan racikan sejarah yang berbeda, saya jadi merasa memiliki ‘utang sejarah’ pada generasi muslim terdahulu. Jika dulu mereka bisa membuat sejarah gemilang, menginspirasi Barat, menjadi rujukan ilmu dan sumber belajar, menjadi penyebar Islam lintas benua, membentuk peradaban di negeri-negeri yang mereka singgahi, lalu apa kiprah saya sebagai generasi pelanjut mereka?

Ah, betapa malunya saya sebagai muslim yang hidup di zaman serba mudah namun tidak memiliki kiprah apa-apa.

Setidaknya, jika saya tak bisa mengulang kiprah peradaban muslim terdahulu karena terlambat menyadari, maka ini akan menjadi warisan cita-cita pada generasi selanjutnya. Sejarah bisa menjadi sumber rujukan guna mencari forumla kehebatan muslim masa lalu dipadukan dengan kebutuhan zaman now.

So, pelajarilah sejarah dan mulailah memetakan sumbangsih apa yang akan kamu berikan untuk peradaban.

 

15 thoughts on “Mau Dibawa Kemana Generasi Kita?

  • June 11, 2021 at 7:09 am
    Permalink

    Bagi saya dengan menuliskan di artikel ini Mbak sudah berbuat nyata. Menjadikan pembaca yang belum tahu jadi tahu…dan syukur-syukur googling siapa saja tokoh Muslim yang disebutkan di situ
    Btw, bicara tokoh Muslim setua ini saya juga baru belajar dari buku sekolah anak saya yang bersekolah di SD Islam, selalu ada bahasan tokoh Muslim untuk dijadikan teladan.

    Reply
  • June 11, 2021 at 1:51 pm
    Permalink

    Belajar sejarah memang sangat menyenankan. Saya masih sedikit belajar tentang sejarah Islam. Baru sebatas gerakan pembaharuan yang terjadi pada abad XIX sampai kuartal pertama abad XX. Jujur saja, itu menarik sekali.
    Namun say atak berubah haluan dari spesialisasi sejarah perempuan, karena saya sangat ingin tahu apa yang jadi pikiran para saudari saya pada masa lampau

    Reply
  • June 12, 2021 at 4:41 am
    Permalink

    Memang kita harus banyak membaca dan mencari tahu kok. Ilmu kedokteran juga asal muasalnya dari Timur Tengah, pakarnya Ibnu Sina. Kalau orang Barat menyebutnya Avizena. Begitu pula astronomi, matematika (makanya ada istilah aljabar, algoritma, dll…) semua adalah ahli-ahli Muslim.
    Terima kasih artikelnya. Semoga makin banyak generasi muda yg membacanya.

    Reply
  • June 12, 2021 at 5:54 am
    Permalink

    Sebenarnya tokoh muslim banyak yang memberikan sumbangsih ya mbak. Sayangnya sejarah tentang itu tidak menuliskannya. Semoga muncul lagi ilmuwan Muslim. Aamiin

    Reply
  • June 13, 2021 at 7:06 am
    Permalink

    Generasi kedepan menurut saya harus banyak memberikan kontribusi positif dan memberikan solusi. Bukan malah jadi sumber masalah

    Reply
  • June 13, 2021 at 11:43 pm
    Permalink

    Sejarah gemilang peradaban Islam dan ilmuwan-ilmuwan muslim terdahulu memang seakan jadi “untold story” karena memang Barat lebih banyak menulis dari orang Islam itu sendiri. Parahnya lagi, ketika daulah Islam di Andalusia berakhir, pustaka-pustaka yang berisi banyak kitab dibakar habis. Sumber-sumber literasi kita saat ini tidak banyak, karenanya beberapa buku yang Mbak Waode tulis di artikel ini layak banget untuk dibaca generasi muda kita, agar mereka tidak kehilangan identitas dan menjadi generasi yang hilang

    Reply
  • June 15, 2021 at 11:22 pm
    Permalink

    Keren banget nih ya mbak buku Sumbangsih Peradaban Islam pada Dunia karya Prof. Dr. Raghib As Sirjani ini. Kita jadi tahu banyak penemuan-penemuan Muslim . Karena dicekoki penemuan barat itu kadang memblurkan segalanya

    Reply
  • June 20, 2021 at 1:58 am
    Permalink

    Iyaya, penting banget kita belajar sejarah ya Mba, sejarah islam yang sebenarnya, peradaban islam yang gemilang, yang dulunya pernah begitu bersinar terang di saat peradaban barat tengah redup bahkan dalam masa kegelapan hingga sekulerismenya lahir. Lalu, ilmu-ilmu dari islam dan penemuan ilmuwan muslim dicuri dan diubah, hingga sekarang mempengaruhi pemikiran para muslim. Duuh, semoga kita semua mampu menggali ilmu kembali, lahir kembali generasi muslim yang bisa mengembalikan kegemilangan peradaban islam ya Mba aamiin

    Reply
    • June 20, 2021 at 11:30 am
      Permalink

      Iy Mba. Tugas berat bagi setiap keluarga muslim untuk menggaungkan kembali kebesaran Islam dan memperbaiki peradaban.

      Reply
  • June 21, 2021 at 5:55 am
    Permalink

    aku jadi teringat ustad budi ashari pertama kali mengenalnya karena acara sirah anabawiyah di trans 7. sejak dari situ suka ikutin kajian beliau, meski online.

    Reply
    • June 21, 2021 at 7:07 pm
      Permalink

      Saya penggemar beliau dan suka sejarah gara-gara dengar kajian2 beliau.

      Reply
    • July 2, 2021 at 12:03 am
      Permalink

      Cusss Mba. Pengetahuan tentang tokoh muslim penting banget untuk jadi pengajaran apda generasi selanjutnya.

      Reply
  • July 5, 2021 at 1:03 pm
    Permalink

    Ilmu/pengetahuan tentang sejarah Islam sangat penting, ya, Kak. Sebagai orang tua adalah kewajiban kita untuk menuntun generasi kita ke jalan yang sebenarnya. Yang gak ikut2na budaya asing

    Reply
    • July 5, 2021 at 1:44 pm
      Permalink

      Benar banget Mba. Gak semua budaya asing buruk tapi mesti ada filter dari orang tua.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *