Keunikan Kota Thaif yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Berkunjung

Assalamualaikum…!

Di Waode’s Room kali ini, saya akan membahas tentang sebuah kota yang unik.

Mengapa saya katakan unik?

Sebab menurut para ahli ilmu, kota ini adalah bentuk pengabulan doa Nabi. Bukan hanya satu Nabi yang mendoakan tapi dua  nabi.

Waaahh… istimewa sekali bukan?

Kenalkan, nama kota istimewa ini adalah Thaif. Kota yang terletak sekitar 80 km dari kota suci Makkah. Kota Thaif dapat ditempuh menggunakan kendaraan berupa mobil ataupun bus dengan waktu tempuh sekitar 1-2 jam. Sepanjang perjalanan kita akan melewati jalanan mulus yang berkelok dan terus menanjak dengan pemandangan gunung-gunung batu.  Maklum saja, kota in terletak di lereng Pegunungan Sarawat pada ketinggian 1700 meter.

Meksi berada di tanah Arab, iklim kota ini lebih sejuk dibanding wilayah lain. Sehingga seringkali diasosiasikan sebagai Bogor-nya kota Mekkah. Iklim sejuk membuat kota Thaif menjadi penghasil buah-buahan dan sentra peternakan.

Di sini juga terdapat perkebunan mawar yang konon katanya mawar Thaif ini terbaik ke dua di dunia. Tak hanya perkebunannya tapi juga  pabrik pengolahan yang masih menggunakan alat tradisional. Sari mawar tersebut diolah menjadi parfum, bedak, sabun, handbody, dan produk lainnya yang bisa dijadikan buah tangan.

Pic. Dokumentasi Pribadi

Nah, menurut para ahli ilmu, perbedaan Thaif dengan kota lainnya karena berkah dari doa nabi tadi. Bagi yang penasaran, doa nabi siapa saja yang dikabulkan, langsung saja baca ulasannnya.

Yang pertama, doa Nabi Ibrahim ketika hendak meninggalkan Ibunda Hajar dan Nabi Ismail di kota Mekkah. Saat itu Mekkah hanyalah lembah gersang tak berpenghuni. Betapa sedih Nabi Ibrahim ketika melakukan hal itu.

Bagaimana tidak anak yang telah ditunggu sekian lama, Allah perintahkan untuk dibawa ke sebuah lembah tak berpenghuni lagi gersang. Maka setelah meninggalkan keduanya hingga tak dapat dilihat lagi.  Tepatnya ketika berada di Gunung Abu Qubais atau biasa disebut sebagai Jabal Anbiya (sekarang sudah dipotong dan didirikan Wisma Negara), Nabi Ibrahim mengadukan segala isi hatinya kepada Allah sebagaimana dalamSurat Ibrahim ayat 37-41.

Salah satu isi doa tersebut yaitu agar keturunannya di jaga oleh Allah dan secara sepsifik meminta buah-buahan. Kalau dipikir secara rasional, masa di tanah tandus minta buah?

Namun begitulah ketika iman lebih mendominasi daripada rasio. Keyakinan akan penjagaan Allah dalam sebuah ketaatan menjadi penawar segala gundah.

Nah, menurut para ahli ilmu, tanah Thaif yang subur dan sejuk adalah bentuk pengabulan atas doa tersebut.

Yang kedua, adalah pengabulan doa dari manusia paling mulia di muka bumi ini yaitu Rasulullah shalallahu laaihi wa sallam.

Thaif ini punya kesan yang begitu membekas di hati Rasulullah. Hingga ketika ibunda Aisyah suatu kali bertanya  “Ya Rasulullah, pernahkah kau alami hari yang lebih berat daripada ketika di Uhud?”

Maka Rasulullah menceritakan tentang kisahnya di Thaif. Kenapa Thaif? Kok bisa lebih berat dari pada peristiwa Uhud?

FYI, di peristiwa Uhud, 3 cincin rantai besi menancap di pelipis Rasulullah. Sebuah benda tajam mencocor lutut sang Nabi sehingga beliau dikabarkan wafat dan pasukan muslim tercerai-berai. Di Uhud pula Rasulullah kehilangan paman tercinta dan 70 Sahabat. Luka mendalam ini terus dikenang oleh Rasul dengan rutin berziarah ke makam para Syuahda Uhud hingga menjelang wafatnya.

Sesedih itu, kok bisa peristiwa Thaif lebih berat?

Ternyata, meski di Thaif tidak ada korban jiwa, namun penolakan masyarakatnya terhadap agama mulia yang beliau dakwahkan menjadi beban teramat berat bagi jiwa Sang Nabi.

Peristiwa tersebut terjadi kurang lebih tiga tahun sebelum hijrah, sepuluh tahun masa kenabian,  setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib yang selama ini menjadi pelindung dakwah. Kepergian dua tokoh penting ini membuat kaum Quraisy semakin berani mengganggu Rasulullah dan kaum muslimin.

Thaif dipilih sebab beliau masih ada hubungan nasab meski sudah jauh. Harapannya warga Thaif akan menerima dan bersedia menjadi pelindung bagi kaum muslimin.

Dengan ditemani sahabat kecil sekaligus anak angkatnya Zaid bin Haritsah, Rasulullah meninggalkan kota Mekkah secara diam-diam. Menempuh jalur tandus yang hampir seluruhnya bebatuan menuju Thaif.

Namun, alih-alih disambut sebagaimana layaknya saudara, ketika Rasulullah menawarkan Islam, beliau justru ramai-ramai didustakan, diusir, dan disakiti. Rasul pun memilih pulang dengan beban berat dan duka mendalam.

Ketika sampai di sebuah wilayah bernama Qarnul Manazil (salah satu tempat miqat), Malaikat Jibril datang bersama dua malaikat gunung.

Malaikat Jibril menyampaikan bahwa Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung untuk diperintahkan sesuka hati oleh Rasulullah. Namun sebelum perintah dari Rasul keluar, Malaikat penjaga gunung lebih dulu berkata.

“Ya Rasulullah, Ya Nabiyallah, Ya Habiballah, perintahkanlah. Maka aku akan membalikkan gunung Akhsabiyin ini agar menimpa dan menghancurkan mereka yang telah ingkar, mendustakan, menista, mengusir, dan menyakitimu.”

Malaikat penjaga gunung sampai gemes sama penduduk Thaif lantaran keras kepalanya. Tapi tahukah apa yang keluar dari lisan mulia Rasulullah?

“Tidak, aku ingin agar diriku di utus sebagai pembawa rahmat bukan penyebab adzab. Bahkan, aku ingin agar dari sulbi-sulbi mereka, dari rahim-rahim mereka, kelak akan Allah keluarkan anak keturunan yang mengesakan-Nya dan tak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.”

Masya Allah. Keren kan?

Coba bayangkan, sudah jalan berhari-hari dengaan medan berat, ketika sampai malah disuir dan disakiti. Allah pun mengizinkan untuk membalas perlakukan mereka. Namun saat itu Rasuullah lebih memilih untuk mendoakan.

Dan hasilnya tampak pada  masa Abu Abkar Ash Shidiiq. Saat gelombang murtad menggulung pasca wafatnya Rasul. Hanya tiga kota yang masih kokoh memegang Islam yaitu Makkah, Madinah, dan Thaif.

Ah, doa itu…sungguh lisan mulia itu begitu berkah. Ya Rasulullah, Allahumma shalli ala muhammad waala ali wa sallam.

31 thoughts on “Keunikan Kota Thaif yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Berkunjung

  • March 23, 2021 at 12:41 am
    Permalink

    Maasya allah, kak. Aku baru tau kisah kota Thaif ini. Dan terharu banget dengan sosok Rasulullah salallahu alaihi wassalam. Beliau benar-benar memiliki hati yang demikian lembut. Sampai rasanya air mataku menetes karena ingin sekali bisa bertemu dengan beliau salallahu alaihi wassalam di jannahNya.

    Reply
  • March 23, 2021 at 5:17 pm
    Permalink

    Wah terimakasih ulasannya ya
    Menarik sekali sejarah kota ini ternyata
    Walaupun belum pernah ke sana, jadi bisa membayangkan situasinya
    Kota yang luar biasa

    Reply
  • March 23, 2021 at 9:33 pm
    Permalink

    Namun begitulah ketika iman lebih mendominasi daripada rasio. Keyakinan akan penjagaan Allah dalam sebuah ketaatan menjadi penawar segala gundah.

    Well noted banget, Kak 😀
    Aku pernah lihat YouTube Muhamad Putra Setia yg lagi berkunjung ke Thaif.
    MasyaALLAH, pengin juga pasca umroh, aku bertandang k sana.

    Reply
  • March 24, 2021 at 3:00 am
    Permalink

    Semoga aku bisa beneran menjejakan kakiku ke kota Thaif ini yang indah dan juga banyak ukiran sejarahnya.

    Reply
  • March 24, 2021 at 6:57 am
    Permalink

    Namanya juga kota yang penuh berkah, hasil buah-buahan dan peternakannya aja makmur gitu ya. Nggak nyangka juga kalau mawar Thaif ini yang terbaik kedua di dunia. Lalu yang pertama mawar dari mana ya??

    Betapa mulianya hati Baginda Rosulullloh ya, ditawarkan bantuan untuk menimpakan gunung, malah dibalas dengan ucapannya yang menyejukkan, karena pada dasarnya beilau adalah pembawa rahmat, bukan pembawa azab.

    Nice story. Suka banget baca kisah-kisah Nabi dan sahabat seperti ini deh…

    Reply
  • March 24, 2021 at 9:13 am
    Permalink

    setelah baca tulisan ini saya jadi makin penasaran dg sejarah nabi ka, membayangkan kejadian dan perjuangannya di zaman dulu,

    Reply
  • March 25, 2021 at 3:55 am
    Permalink

    Kalo teringat Thaif saya selalu teringat malaikat yang menawarkan nabi untuk menghancurkan Thaif beserta penduduknya nih kak.

    Gak sangka Thaif ini sejuk. Gak melulu Padang pasir yang dibayangkan orang tentang Arab.

    Reply
  • March 25, 2021 at 4:02 am
    Permalink

    Baca ulasannya jadi penasaran, semoga suatu saat nanti diijinkan oleh Allah untuk berkunjung ke kota Thaif ini.
    Penasaran juga dengan bunga mawarnya pasti indah sekali dan sangat harum baunya.

    Reply
  • March 25, 2021 at 4:03 am
    Permalink

    Kota Thaif mudah2an kelak saya bisa kesana. Wah, kota yang sejuk dan banyak menyimpan sumber daya alam yang bagus. Bunga mawarnya pasti berkelas. Wah Thaif banyak kisah2 nabi disitu ya. Bener2 keren tempatnya para nabi ini.

    Reply
  • March 25, 2021 at 4:06 am
    Permalink

    Thaif kota yang penuh berkah. Jadi pingin kesana melihat dengan mata kepala saya sendiri bagaimana keindahan kota yg penuh dengan sejarah Islam tersebut.

    Reply
  • March 25, 2021 at 9:05 am
    Permalink

    Unik sekali…. dekat kota Mekah tapi sejuk dengan banyak tanaman. Kira-kira bisa nggak ya, kota Mekah dibuat seperti itu?
    Malah penasaran kenapa dan bagaimananya. Hihi

    Reply
  • March 25, 2021 at 11:11 am
    Permalink

    Rindu rindu rindu ke kota suci kita. Sampai saat ini masih sebatas kerinduan, bisa berkunjung ke Makkah, mampir ke Thaif. Orang bilang, kalo kita rindu, raga kita mungkin belum ke sana, tapi harapan kita sudah mengembara sampai ke sana. Terima kasih sharing ceritanya mba.

    Reply
  • March 25, 2021 at 11:45 am
    Permalink

    Kota sangat istimewa bagi Muslim. Pasti setiap Muslim merindukan ke kota ini. Unik juga kotanya. Sejuk…semoga suatu waktu bisa ke sana. Aamiin

    Reply
  • March 25, 2021 at 4:09 pm
    Permalink

    Wah keren Mbak, Kota Thaif ya? Semoga suatu saat bisa berkunjung juga ke Makkah, Madinah, dan sekitarnya, Aamiin yaa Rabb.

    Reply
  • March 26, 2021 at 6:01 pm
    Permalink

    Saya baru tahu tentang kota Thaif berjarak sekian dari kota Mekah. Semoga mendapat kesempatan ke sana bersama keluarga nantinya. Amin.

    Reply
  • March 29, 2021 at 2:45 pm
    Permalink

    Saya baru tahu ada kota ini. Penasaran banget nih sama perkebunan di sana.
    Kelak, semoga saya bisa datang ke sana. Insyaallah selalu ikhtiar agar bisa ke sana…

    Reply
    • March 30, 2021 at 1:12 am
      Permalink

      Aamiin…aamiin yaa rabbal alamin. Semoga Allah mudahkan ikhtiarnya dan segera diundang ke tanah suci-Nya.

      Reply
  • April 1, 2021 at 11:12 am
    Permalink

    Tidak ada yang tidak menarik di tanah Arab, termasuk Thaif ini. Dari tulisan ini, kita bisa menyimpulkan bahwa akhlak beliau adalah termasuk mukjizat.

    Sepertinya manusia biasa atau yang bukan nabi, jika diberikan kesempatan seperti itu akan dengan mudahnya membalas. Ada kesempatan nih! Apalagi dibantu malaikat. Namun, beliau tidak membalas dan memilih mendoakan mereka. Masya Allah.

    Reply
    • April 1, 2021 at 1:12 pm
      Permalink

      Benar banget Mba. Allahumma sholi ala Muhammad… Tak ada cela pada diri beliau.

      Reply
  • April 3, 2021 at 12:44 pm
    Permalink

    Rasulullah itu adalah manusia suci dan bersih, saya suka dan cocok banget beliau jadi tauladan saya sehari” baik ucapan maupun perbuatannya. Subhanallah semoga Allah memberikan Rahmat kepada umat Rasulullah

    Reply
    • April 3, 2021 at 9:02 pm
      Permalink

      Allahumma shalli ala Muhammad. Sosok panutan tanpa cela.

      Reply
  • April 5, 2021 at 9:11 am
    Permalink

    Hiks terharu dengan statement Rasulullah Muhammad SAW, bahwa beliau tak ingin menjadi pembawa ‘adzab melainkan pembawa rahmat, sungguh luar biasa teladan dari beliau ya, di tanah Thaif yang subuh., Thanks for sharing yaa

    Reply
    • April 5, 2021 at 8:28 pm
      Permalink

      Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad. Sosok tanpa cela. Panutan seluruh alam. Semoga kelak Allah izin kan berjumpa dengan Rasulullah di Telaga Kautsar.

      Reply
  • April 8, 2021 at 12:49 pm
    Permalink

    MasyaAllah keren banget kak. Semoga mata ini bisa langsung melihat keindahan dan keberkahan kota Thaif ….aamiin

    Reply
    • April 10, 2021 at 3:05 am
      Permalink

      Aamiin…aamiin yaa robbal alamin. Semoga Allah memduahkan langkah kita menapaki bumi-Nya.

      Reply
  • April 13, 2021 at 5:51 am
    Permalink

    Saya pernah berkunjung kesana pada awal tahun 2015 lalu, dan memang benar kalau Kotanya menarik sekali. saya ingin lagi kesana suatu hari nanti.

    Reply
    • April 13, 2021 at 6:39 pm
      Permalink

      Aamiin yaa rabbal alamin. Semoga Allah mudahkan langkahnya Mba. 🙂

      Reply
  • April 24, 2021 at 3:53 pm
    Permalink

    Aku mau infoin soal kota Thaif ini ah ke ortuku, mereka lg menanti kabar baik nih utk bisa berhaji, semoga sih yaa klo pandeminya sudah terkendali, maybe bs visit sekalian ke Thaif yang unik gitu kotanya byk ceritanya ya mba

    Reply
    • April 25, 2021 at 2:15 am
      Permalink

      Semoga ortu nya diberi kesempatan oleh Allah diwaktu terbaik untuk menjadi tamu-Nya. Sekedar saran, jika berkunjung ke Kota Thaif sebaiknya dengan orang yang paham sejarah biar bisa lebih dapat feelnya. 🙂

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *