iPusnas, Cara Asyik Baca Gratis Berkualitas

Adakah yang pernah mengalami kejadian serupa? Harga buku 50 ribu, ongkir 80 ribu. Hikzz…

Inilah salah satu dilema pecinta buku di daerah pelosok. Setiap kali lihat buku promo, niat hati mau ikutan keep tapi liat ongkir jadi keder.

Pernah juga ajak teman buat pesan rame-rame biar lebih murah. Eh, tak digubris. Ya, harap maklum, membeli buku memang tidak menjadi prioritas bagi orang-orang di kampung saya.  Lain hal kalau diajak pesan pakaian atau skincare, pasti banyak yang ikutan.

Sebenarnya, ada sih pilihan lain untuk mengakses bahan bacaan yaitu ke perpustakaan daerah atau perpustakaan provinsi. Namun harus menyebrang laut terlebih dahulu. Saya juga masih terbayang-bayang kunjungan terakhir selama beberapa menit ke perpustakaan provinsi. Ruangannya sumpek dan tidak ada buku-buku up to date. Meski kejadian tersebut sudah berlalu beberapa tahun tapi belum juga memunculkan niat untuk melakukan kunjungan ulang.

Sampai beberapa bulan lalu, liat postingan perpustakaan nasional tentang aplikasi iPusnas. Coba-coba download dan ternyata ini aplikasi super keren. Banyak bahan bacaan yang bisa diakses secara GRATIS. Cukup sedia kuota dan mulailah berselancar mencari buku sesuai selera.

Hmm…. Inilah salah satu kenimkamtan hidup di zaman now. Kita dimanjakan dengan beragam aplikasi. Cukup geser-geser jempol, klik-klik tombol, yang kita butuhkan ada di depan mata. Jadi ingat mantra sim salabim. Kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai aplikasi menjadi penunjang gaya hidup masyarakat modern.

Baca Juga Mau Buat Paspor? Baca Dulu Langkah-Langkahnya Biar Gak Kecele 

Oh ya, ngomong-ngomom soal aplikasi, mumpung ingat dan jangan sampai lupa. Saya mau berbagi info tentang salah satu apliaksi yang tidak kalah keren. Nama aplikasinya adalah Sakuku. Dompet elektronik yang bisa digunakan untuk bayar-bayar tanpa perlu repot bawa uang cash. Info tentang aplikasi ini dapat di salah satu postingan Kak Anita. Lebih tepatnya di https://www.iamneeta.com/

Aplikasi ini cocok sekali buat kaum teledor sepertiku yang sering menyimpan uang secara serampangan. Walhasil ketika dibutuhkan harus ngubek-ngubek seluruh isi tas. Adakah yang sama? Kalau iya, mungkin sekarang saatnya kamu mendapatkan ilham dari postingan Kak Anita tersebut. Cuss…, lah ke blog beliau.

Ok. Back to iPusnas.

iPusnas adalah nama aplikasi perpustakan digital yang diluncurkan oleh Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yang bekerjasama dengaan Aksaramaya sebagai pengembang aplikasinya. Saya megenal iPusnas tahun 2020. Waktu yang sangat terlambat mengingat aplikasi ini sudah diluncurkan sejak Agustus 2016. Dari 250 juta penduduk Indonesia, jumlah pengguna aplikasi ini masih sangat sedikit. hanya sekitar 1 juta pengguna. Jumlah yang sangat memprihatinkan.

So, jangan sampai kamu termaasuk dalam salah satu oknum yang tidak memanfaatkan fassilitas keren ini. Biar lebih yakin, silahkan simak beberapa alasan mengapa harus instal iPusnas.

  • Bisa digunakan di Hp, Tab, Laptop, ataupun PC. Bayangkan saja, kamu bisa baca banyak buku dimanapun dan kapanpun tanpa perlu bersusah payah menenteng buku segambreng. 
  • Ukuran aplikasi ini hanya sekitar 26 Mb. Cukup ringan untuk menjadi penghuni baru di gadgetmu.
  • Mudah digunakan. Buku-buku yang sudah di download akan tersimpan di rak buku yang bisa diakses secara offline. Lama penyimpanan antara 3-5 hari tergantung jenis bukunya.

Gimana? Sudah tidak sabar untuk instal aplikasi ini?

Langsung saja ke Playstore atau App Store lalu ketik iPusnas. Klik pilihan intsal dan tunggu hingga ada pilihan buka. Sebelum menggunakan iPusnas, terlebih dahulu lakukan registrasi. Terdapat dua pilihan registrasi yaitu dengan menggunakan email dan facebook .

Setelah registrasi, kamu bisa mulai berselancar mencari buku yang dibutuhkan. Di halaman awal terdapat pilihan kategori buku, kategori e-pustaka, aktifitas  rak buku, juga bagian notifikasi.

Tidak tanggung-tanggung, iPusnas menyediakan 174 kategori yang bisa dipilih sesuai selera. Cara mengaksesnya cukup dengan tekan tanda panah dan berbagai pilihan kategori akan muncul. Untuk beberapa pengguna mungkin akan kesusahan membaca bagian ketgori karena warnanya yang pudar.  Semoga kedepannya iPusnas bisa membenahi biar lebih ramah di mata.

Pilih buku yang diinginkan lalu tekan pinjam dan download. Buku pinjaman bisa dilihat pada bagian rak buku. Sebelum keluar pastikan dulu buku sudah tersedia di rak buku agar bisa dibaca secara offline. Ada beberapa buku yang bisa jadi sedang dalam masa antrian. Klik antri jika ingin ikut. Saat buku telah tersedia, akan muncul pemberitahuan pada bagian notifikasi.

Gimana? Keren kan?

Kuy install dan mulailah  berselancar sepuasnya di dunia buku.

 

 

 

30 thoughts on “iPusnas, Cara Asyik Baca Gratis Berkualitas

  • March 29, 2021 at 1:22 pm
    Permalink

    Aplikasi yang selalu ada digawaiku juga nih kak. Meskipun untuk beberapa buku bagus harus ngantri. Bahkan pernah ngantri sepanjang 40orang. Rasanya tetap enggak terkalahkan memang. Soalnya, di Ipusnas ini lengkap juga buku-bukunya. Sampai ada buku yang duluu banget nangkring di perpustakaan yang sering terbengkalai. Terbitan balai pustaka sama pustaka jaya. Yang ternyata isinya bagus-bagus. Terus, kalau mau baca buku teranyar, tinggal tunggu aja dua atau tiga bulan, beberapa sering sudah nongol di ipusnas. Bener-bener teknologi memudahkan banyak orang untuk baca ya.

    Reply
    • March 30, 2021 at 1:15 am
      Permalink

      Toss Mba, sesama penggemar iPusnas. 🙂 Kaget dong pas liat karya penulis idola nongkrong di iPusnas. Bela-belain buat antri biar bsia baca gratis.
      Sangat membantu bagi kami yang berada di pelosok. Walaupun kadang nge-hang dan harus install ulang tapi gak masalah.

      Reply
  • March 29, 2021 at 5:20 pm
    Permalink

    Asik ya, bisa baca buku sepuasnya secara gratis.

    Soal ongkir yang lebih mahal dari harga bukunya, aku pernah menjual tuh.

    Makaaih infonya Kak.

    Reply
    • March 30, 2021 at 1:11 am
      Permalink

      ok semoga bermanfaat. Ongkir selangit tuh dilema orang2 di Indonesiaa Timur. 🙂

      Reply
  • March 30, 2021 at 1:47 am
    Permalink

    Sudah mhe juga sa donlod aplikasi ini tapi belum sempat kulik lebih jauh. Itu hari direkomendasikan sama kakak Rey.

    Cobaan hidup di pelosok memang begitu, ongkir berkali lipat dibanding harga barangnya

    Reply
    • March 30, 2021 at 1:55 am
      Permalink

      Curhatan sesama warga non metropolitan… 😊😊

      Kalau sya sudah jdi aplikasi terbanyak dibuka setelah medsos.

      Reply
  • March 30, 2021 at 1:48 am
    Permalink

    Maasyaa Allah… informatif artikelnya ukhty… ☺☺☺

    Reply
    • March 30, 2021 at 1:57 am
      Permalink

      Alhamdulillah…semoga bermanfaat 😁
      Ada juga bukunya Mba Uttiek d sni. Journey to Ottoman dan Journey to Andalusia. 😍😍

      Reply
  • March 30, 2021 at 3:06 am
    Permalink

    Angin segar tuk mereka yang tinggal di pelosok kalau ada Ipusnas ini ya, biar gak terlalu ketinggalan, apalagi bisa mendaftar dengan akun Facebook juga.

    Perlu banget nih kaum pemuda/i tau aplikasi sekeren ini biar nambah referensi bacaan.

    Reply
    • March 31, 2021 at 10:19 pm
      Permalink

      Yesss Mba. spertinya perlu lebih banyak sosialisasi lagi biar makin banyak yang tahu dan jadi pengguna. Apalagi negara kita sampai hari ini masih berada di puncak klasemen rendahnya minat baca.

      Reply
  • March 30, 2021 at 3:40 pm
    Permalink

    Berita yang super indah hihihi.. Aku langsung install nih kak, gile bosan sekali dirumah terus.. Beli buku terus terusan tapi kok ya boros dan sayang fisiknya trus numpuk aja dirumah. Ipusnas solusi banget ^^ heheheh

    Reply
    • March 31, 2021 at 10:17 pm
      Permalink

      Aku sih sebenarnya lebih nyaman baca buku fisik. Tapi kalau soal efektifitas, iPusnas ini penolong banget. BIsa dibaca kapan saja dan dimana saja. 🙂

      Reply
  • March 31, 2021 at 7:58 am
    Permalink

    Memang kalau urusan beli buku, harus orang yang punya passion di bidang yang sama. Kalau beda passion, nggak bakalan digubris ya, kecuali diajak makan bakso, baru deh mau pada jalan, hehehe….

    Berkat kemajuan teknologi, kini masyarakat yang tinggal di pelosok bisa menikmati bacaan melalui aplikasi iPusnas. Mantap banget dah inovasinya.

    Sepertinya saya juga perlu install nih, hehehe…

    Makasih sudah mengingatkan ya Kak.

    Reply
    • March 31, 2021 at 10:15 pm
      Permalink

      Bisa nih dibuatin artikel ‘Jajan buku VS jajan bakso’ 🙂
      terima juga atas apresiasinya.

      Reply
  • March 31, 2021 at 1:54 pm
    Permalink

    Malu aku kak.. baru tau tentang ipusnas sekarang ini. Padahal aku suka juga baca buku digital. Mau download juga nih, biar gampang kepengen baca buku atau novel. Keren nih aplikasi.

    Reply
    • March 31, 2021 at 10:14 pm
      Permalink

      Senagnyaaa ada yg bisa dapat manfaat dari tulisanku. Kuy download Mba biar bisa nambah refernesi bacaan secara gratis. Aplikassi yg sangat membantuku dalam dunia per-blogger-an. 🙂

      Reply
  • March 31, 2021 at 4:14 pm
    Permalink

    Dulu aku sering pinjem buku di ipusnas ini, tapi karena hapeku gak kuat banyak apk, jadinya stop, sepertinya aku mau pinjem buku lagi ah di Ipusnas

    Reply
    • March 31, 2021 at 10:11 pm
      Permalink

      waaahh..berarti Mba senior nih di bidang per-iPusnas-an. hehehe…
      Semoga dapat hp baru yg lebih lowong buat install iPusnas.

      Reply
  • April 1, 2021 at 3:17 am
    Permalink

    Saya nih suka kalap kalau ada promo buku secara online, buku bagus dan harga murah. Tapi pas mau check out jadi keder juga karena ongkos kirimnya kok mahal, bahkan kalau cuma beli 1 atau 2 buku, ongkirnya malah lebih mahal dibanding harga bukunya.

    Lalu, saya dikasih tahu sama petugas perpustakaan buat install aplikasi ipusnas, karena katanya disana banyak bacaan menarik.

    Reply
    • April 1, 2021 at 8:39 am
      Permalink

      Paling enak kalau promo ada subsidi ongkirnya juga 😊😊… Oh ya, kalau banyk saya biasnya pkai Indah Cargo. Murah tapi lama..

      Reply
  • April 1, 2021 at 5:08 am
    Permalink

    Aku juga langganan ipunas nih. alhamdulillah sering pakai. meskipun novel terbaru penulis keren seperti Tere Liye, Andrea Hirata sangat sedikit atau sulit ditemui. Hehe

    Reply
    • April 1, 2021 at 8:37 am
      Permalink

      Novel Tere Liye kalaupun tersedia selalu antrian panjang 😊😊

      Reply
  • April 2, 2021 at 3:26 am
    Permalink

    Teman saya suka sekali ubek-ubek Ipusnas. Dia selalu nemu buku yang jarang dibaca tapi asyik untuk dinikmati. Saya juga pengen begitu, tapi hati masih suka sama buku yang berwujud kertas, huhuhu

    Reply
  • April 7, 2021 at 7:44 pm
    Permalink

    Saya pecinta ipusnas, dan gara-gara ipusnas Saya jadi bisa membaca banyak novel-novel bagus, tanpa harus bayar, hehehe.

    Meskipun sejujurnya, saking banyaknya buku-buku atau novel-novel yang bisa dibaca di aplikasi ipusnas tersebut, menjadikan saya jadi bingung mau pilih atau mau baca yang mana. Seringnya malah baru baca 1 bab udah bosan dan cari yang lain lagi.

    Kadang memang lebih baik membeli ya minimal kita bisa membacanya sampai habis, hehehe.

    Anak saya juga suka banget membaca, tapi berhubung ipusnas ini isinya beragam kok saya jadi takut dia membaca hal-hal yang belum boleh diketahui, seperti novel novel percintaan.

    Jadinya khusus untuk anak saya kalau saya sewain aja Gramedia digital khusus anak.
    Lumayan dah sampai rp50.000, sekarang bahkan kami ke mall pun si Kakak udah nggak minta beli buku lagi.

    Reply
    • April 10, 2021 at 3:12 am
      Permalink

      Setuju skali kak Rey. iPusnas jadi penolong kalau lagi butuh bacaan tapi tdk mau keluar duit. Modal kuota atau tetringan sudah bisa baca sesuai selera. Kadang saya sudah pinjam mi 5, eh sampai selesai waktu peminjaman baru pi satu yang dibaca.

      Iye kak. Ada sa lihat banyak buku yang khusus orang dewasa jadi harus dalam pengawasan emmang kalau anak-anak yang mau pake.

      Reply
  • April 9, 2021 at 12:15 am
    Permalink

    Keknya mo coba juga unduh deh.. walaupun sebenarnya ragu, takut mengantuk duluan.wkwk..

    Setelah nikah keknya sa susah sekali baca buku, kl pegang buku ada juga yang nimbrung mau baca, untung cuma nimbrung, ditarik tawwa.. haha..

    Tapi ndak apa, semoga jadi suka membaca buku ini anak soleh. Hehe..

    Reply
    • April 10, 2021 at 3:01 am
      Permalink

      Ayooo mi kak. Bagus ini aplikasi. Temanku mi ni selama terpendam di kampung halaman dengan sinyal yang megap-megap. 🙂 Sambil tunggu-tunggu dapat sinyal, bisa mi dulu sa baca-baca.

      Reply
  • April 10, 2021 at 3:43 pm
    Permalink

    duuh, nyesaakk memang kalau urusan beli buku ini, ongkir lebih mahal dari harga bukunya.
    dulu saya lumayan sering beli buku, lebih semangaat lagi kalau ada PO buku baru, beruntungnya punya teman-teman sefrekuensi, jadi sering beli bareng terus ongkir juga jadi ditanggung bersama.

    anyway saya belum coba ini Ipusnas, padahal sudah berapa kali baca cerita orang tentang ini, kalau dalam antrian berarti bukunya lagi dipinjam orang lain doong ya?

    ohyaaaa, nanti kalau ke Kendari bisami berkunjung ke Perpus Provinsi yang baru, bangunannya lebih luas dan megah tawwa, bertingkat-tingkat tapi (setahuku) belum launching sih, mungkin dalam waktu dekat jadi bisa saja kalau Ani ke Kendari lagi bisa punyaa pengalaman baru, semoga sih koleksi bukunya nanti bisa uptodate 🙂

    Reply
  • April 11, 2021 at 1:37 pm
    Permalink

    Suka sekali sama aplikasi ini. Membantu sekali mencari referensi buku sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing
    Hemat waktu, hemat kertas juga ya

    Reply
  • April 12, 2021 at 5:39 am
    Permalink

    Wah keren informasinya, apalagi buat yang mau baca buku tapi gak mau ribet. Padahal membuka jendela dunia hanya klik ipusnas saja ya 🙂

    Reply

Leave a Reply to Waode Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *