Haramain, I am Coming

“Janganlah memaksakan (berusaha keras) mengadakan perjalanan kecuali pada tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Rasul (Nabawi), dan Masjid Al Aqsha” (HR Bukhari Muslim). 


Sobat Waode, sebelum melangkahkan kaki ke tempat-tempat lain di muka bumi ini, ke tiga tempat di atas harus jadi prioritas. Bukan berarti kita gak bisa ke mana-mana kalau belum ke sana. Tapi bagaimana ke tiga tempat ini dipersiapkan sejak dini. Kalau belum bisa mengunjungi setidaknya niat dan usaha ke sana itu harus ada. 

Coba deh tanya diri kita, sudah sekeras apa usaha kita mempersiapkannya? Kalau belum, kuy lah mulai dari sekarang. 

STOP MIKIR, “Kan naik haji bagi yang mampu. Jadi nantilah kalau rumah sudah ada, mobil sudah ada, anak-anak sudah sukses, karir sudah melejit baru mikir ke tanah suci.” 


 Gak gitu ya teman. Harusnya mikir ke tanah suci itu sejak masih muda. Ibadah haji maupun umroh butuh fisik yang kuat dan sehat. Sekedar informasi, untuk Thawaf saja kita itu kaya lagi ngeliling stadion. Belum ditambah kalau mau mendekat ke Ka’bah yang berdesak-desakan dengan manusia dari seluruh penjuru bumi. Belum rukun-rukun lainnya. 

Jadi, kalau bisa berangkat sejak muda, Why not? So, Yuk persiapkan sejak dini. 


Berikut beberapa hal yang menurut saya penting banget untuk diketahui. Kalau teman-teman pembaca punya taambahan, silahkan share di kolom komentar. 😊

Langsung saja, yang pertama tuh N I A T. Empat huruf yang sangat menentukan apakah ibadah kita diterima oleh Allah atau tidak. Jangan sampai sudah jauh-jauh ke tanah suci, eh dapatnya cuma foto (auto ngaca). Kan nyesek…. 


 Niat ini kalau diucapkan seakan mudah saja tapi menjaganya untuk semata-mata buat ibadah kepada Allah itu susah banget. Ada riya (niat ingin di lihat dan mendapat pujian) dan sum’ah (niat ingin di dengar dan menjadi perbincangan) yang siap merasuk setiap saat. Untuk menjaga ini, kita benar-benar butuh banyak istighfar dan minta ke Allah untuk tetapkan hati kita.

 Next, yang kedua menurutku adalah D O A. Tiga huruf yang bisa menjadi senjata untuk menggedor-gedor pintu langit. Selain doa secara pribadi, doa dari orang tua itu sangat penitng. Juga jangan sungkan minta doa dari siapapun. 


Tentang ini, teringat kebiasaan K.H. Imam Zarkasyi yang selalu meminta doa orang-orang untuk anaknya. Ketika ada yang memprotes beliau dengan lembut berkata, “Kita tidak tau doa dari lisan siapa yang Allah kabulkan untuk kita.” Masya Allah. 

Ketiga, Memantaskan diri untuk di panggil. Ada satu kalimat yang bagi saya itu keren banget “Allah tidak memanggil yang mampu tapi memampukan yang terpanggil.” 


Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk memantasakan diri ini. Seperti mendekatkan diri kepada Allah, semakin kita dekat padanya, semakin besar peluang Allah untuk menajdikan kita tamu di tanah sucinya. 

 Selanjutnya ikhtiar sampai batas paling maksimal. Ingat kan hadist di awal tadi, kita harus kerja keras untuk menuju 3 tanah suci. Kalau tips dari Mba Yana Nurliana dalam bukunya Catatan Perjalanan 3 Tanah Suci#MasjidilAqsa, itu dengan membuat paspor meski belum ada hilal kapan akan berangkat. Kata beliau “Jawaban yang saya jawab jika ada yang bertanya apa yang pertama harus disiapkan jika mau umroh adalah paspor. Untuk teknisnya bagaimana, terserah Allah. Punya paspor bagi saya adalah cara untuk meyakinkan diri bahwa saya siap di jemput ke tanah suci.” Keren ya? 😁 


Cerita berbeda dilakoni oleh Mba Nur Febriani Wardi dalam memantaskan diri. Dalam bukunya Haram Keliling Dunia, beliau menuliskan pengalaman naik haji di usia 22 tahun dengan uang sendiri. Mau tahu caranya? Mba Nur waktu itu menguras habis jatah dari penjualan tanahnya. Keren kan? Padahal kalau anak muda biasanya kalau liat uang segitu pasti mikirnya buat beli kendaraan, buat jalan-jalan ke luar negeri, buat investasi, dll. Tapi Mba Nur ini nekat aja, katanya “Ada cara yang ku ketahui secara tidak sengaja, dan ternyata jauh lebih produktif. Suatu cara menghabiskan uang yang tidak akan pernah ku sesali seumur hidup.” Karena berawal dari Haram, satu persatu mimpinya tercapai. 

 Ada juga yang mulai memantasakan diri dengan buat tabungan kecil-kecilan. Berbekal dos bekas dibungkus kertas kado terus dibubuhi tulisan “Tabungan Umroh untuk Ibu” karena waktu itu pengennya mengumrohkan ibu dulu. Tabungan itu di isi sesuai kemampuan, kadang seribu, dua ribu, paling banyak lima puluh ribu. Gak hanya gerak sendiri tapi juga ngajak saudara-saudaranya. Eh, Qadarullah pas ibunya berangkat malah ikut semua. Jadi, kamu mau memantaskan diri dengan cara yang mana? 


 Ayo gerak. Ini saya kasi kutipan yang lupa sumbernya dari mana (kalau ada yang tau tolong infokan).

Jarakmu ke Tanah Suci tidak akan berubah kalau kamu tidak mulai bergerak.” 😉

25 thoughts on “Haramain, I am Coming

  • February 24, 2021 at 1:30 pm
    Permalink

    Hi, this is a comment.
    To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
    Commenter avatars come from Gravatar.

    Reply
  • February 25, 2021 at 11:31 pm
    Permalink

    Inspiratif sekali kak, walau tadi saya sempat berharap justru pengalaman dan cerita kakaklah saat berproses menuju, berada disana dan kepulangannya lah yg akan diulas.

    Reply
    • February 25, 2021 at 11:35 pm
      Permalink

      Waaaahhh… dah sampai aja. Terima kasih yaa dah mau mampir… Saran yang sangat membangun. Jadi penyemangat untuk buat next post. 🙂

      Reply
  • February 27, 2021 at 2:02 pm
    Permalink

    Masya Allah. Semoga Allah mudahkan langkah kita ke tanah suci-Nya

    Reply
    • February 27, 2021 at 2:13 pm
      Permalink

      Aamiin yaa robbal alamin 🤲🤲

      Reply
  • April 4, 2021 at 1:12 am
    Permalink

    Semua orang muslim pasti pengen ke tanah suci ya kan…

    Termasuk aku pengen banget.

    Mudah2han bisa tercapai keinginan kita semuanya.

    Reply
    • April 4, 2021 at 11:00 am
      Permalink

      Aamiin yaa robbal alamin 🤲🤲
      Semoga Allah mengundang kita k Tanah suci-Nya…

      Reply
  • April 4, 2021 at 10:43 am
    Permalink

    Harapan bisa beribadah di Mesjidil Haram dan Masjidil Aqsa juga saya rasakan. Terutama orang tua saya yang mulai kepala lima. Mereka ingin sekali ke sana. Semoga terkabul lewat jalan apapun.

    Reply
    • April 4, 2021 at 11:03 am
      Permalink

      Masya Allah…semoga orang tua Mba dan Qt semua mendapat kesempatan menjadi tamu d Tanah suci-Nya. 🤲🤲

      Reply
  • April 4, 2021 at 12:06 pm
    Permalink

    tulisan yang bisa mendatangkan air mata, terharu sekaligus malu, kebanyakan mikirin dunia aku ini.. Mkasih atas tulisannya

    Reply
  • April 4, 2021 at 12:15 pm
    Permalink

    Doa dan harapan yang baik ini semoga segera terwujud ya
    Yang paling penting memantaskan diri agar segera mendapat “panggilan” baik ini

    Reply
  • April 5, 2021 at 3:28 am
    Permalink

    Masih sebatas mimpi menuju Tanah Suci sampai hari ini. Semoga bisa tunai kewajiban kami sebelum kami suami istri berusia 40 tahun. Insya Allah.Amin

    Reply
    • April 5, 2021 at 4:58 am
      Permalink

      Aamiin yaa rabbal alamin, semoga Allah mudahkan langkah qt semua menuju tanah suci-Nya.

      Reply
  • April 5, 2021 at 5:02 am
    Permalink

    Huhu jadi inget belum hajiin orang tua. Dulu orang tua ada tabungan khusus haji, qadarullah ada sesuatu yang akhirnya gak jadi. Mama pernah umroh namun ketipu juga gak jadi cuma sampai di jkt terombang-ambing. Ah semoga nanti bisa haji bareng2 aamiin

    Reply
    • April 5, 2021 at 8:25 pm
      Permalink

      Luar biasa ya Mba ujiannya. Penipuan-penipuan Umrah ini emang bikin nyesek. Namun Semoga Allah siapkan waktu terbaik untk berangkat ke Tanah Suci-Nya. Aamiin…aamiin ya rabbal alamin.

      Reply
  • April 5, 2021 at 6:58 am
    Permalink

    Terima kasih sudah diingatkan, Kak. Benar juga ya saya ada impian mau ke luar negeri tapi kenapa saya nggak prioritaskan dulu beribadah Haji? Huhuhu

    Reply
    • April 5, 2021 at 8:30 pm
      Permalink

      Terima kasih kembali. Seomga ada manfaat yang bisa diambil dari artikel sederhana ini.

      Reply
  • April 7, 2021 at 7:43 am
    Permalink

    Ke tanah suci masih menjadi harapan hingga saat ini. Semoga bisa ke sana dalam keadaan sehat dan bisa melakukan kewajiban dengan baik.

    Reply
    • April 10, 2021 at 3:08 am
      Permalink

      Semoga Allah mudahkan harapannya menjadi kenyataan Mba. Aamiin…aamiin yaa rabbal alamin. 🙂

      Reply
  • April 7, 2021 at 10:05 pm
    Permalink

    Cerita terakhirnya menarik banget mbak.
    Bener banget, kita harus segera bergerak mendekat pada panggilannya, kalau nggak segera bergerak jarak menuju Baitullah tak akan kiat dekat.
    Makasih sdh diingatkan mb, jadi instrospeksi diri.
    Kapan kira2 mau berangkat Haji, secara pandemi sdh mengurangi kuota waktu berangkat.

    Reply
    • April 10, 2021 at 3:07 am
      Permalink

      Terima kasih sudah berkunjung. Benar banget mbak. Intinya ikhtiar aja dulu, hasilnya biar Allah yang eksekusi. Semoga Allah mudahkan langkat kita ke tanah suci-Nya. 🙂

      Reply
  • May 2, 2021 at 2:29 am
    Permalink

    Masya Allah. Pengen banget bisa ke tanah suci. Sekarang antreannya panjang banget, mungkin memang bisa dimulai dengan umroh dulu ya

    Reply
  • July 7, 2021 at 5:46 pm
    Permalink

    Does anybody know whether I am able to purchase Just Delta 8 Cartridges (justdeltastore.com) from Tobacco/Vapor Road, 3404 S. Dale Mabry Hwy, Tampa, FL, 33629?

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *