Cukup Dua Ayat Untuk Segudang Inspirasi

Sekali lagi kita bertemu hari Jumat. Sebagai umat muslim, kita tentu tahu ada banyak keistimewaan di hari Jumat. Salah satunya yaitu Sunnah membaca surat Al Kahfi.

Namun, adakah surat cinta yang Allah kirimkan itu membawa inspirasi bagi kita? Atau jangan-jangan kita hanya sekedar membaca tanpa mengambil pelajaran sama sekali? ⁣

Padahal didalamnya ada begitu banyak pelajaran berharga. Jika di-ilmu-i maka bahkan dua ayat saja sudah akan banyak inspirasi bertebaran.⁣

Mari menengok, dua ayat tersebut yaitu ayat 80 dan 81 tentang Nabi Khidir yang menjelaskan alasannya membunuh seorang anak muda. ⁣

Ayat 80 menyebutkan tentang orang tuanya adalah mukmin yang karena kecintaannya pada sang anak bisa terdorong pada ṭugyānaw (kesesatan, melampaui batas) dan kufrā (ingkar) ⁣jika anak tersebut tetap dibiarkan hidup.

Sedang di ayat 81 berbicara ganti yang diharapkan akan diberikan oleh Allah yaitu anak yang khairam min-hu zakātaw (yang lebih baik kesuciannya) dan aqraba ruḥmā (lebih dalam kasih sayangnya)⁣

Ketika mengomentari ayat ini, Ustadz Budi Ashari menyuruh untuk memperhatikan 2 kata yang saling berlawanan di dua ayat tersebut. ⁣

Kesucian berlawanan dengan melampaui batas. Artinya jika anak suci maka dia tidak akan melakukan dan mengucapkan hal-hal yang melampaui batas. Kenapa banyak anak melampaui batas? Karena jiwanya tidak suci. Makan, tidur, main, bicara semua melampaui batas. ⁣

Bagaimana caranya agar suci? Pastikan sumber yang masuk dalam tubuh anak 100 % halal.⁣

Sedangkan kasih sayang lawannya ingkar. Ada anak-anak yang mudah sekali mengingkari nikmat baik dari Allah maupun dari orang tuanya.

Cirinya anak sering protes meski untuk hal-hal remeh. Di kasi tas, baju atau sepatu adaaaa saja yang dikeluhkan. Disediakan makanan, rasanya beda sedikit atau ada yang kurang langsung protes. ⁣

Ini faktornya karena sang anak sangat mudah meremehkan nikmat dari Allah. Dengan kasih sayang dalam diri anak membuat dia tidak akan mengingkari kebaikan dan jasa orang tuanya. ⁣

Maka, agar anak tidak mudah mengingkari, anak itu harus didik sampai hatinya memiliki kasih sayang yang luar bisa.

Caranya? Ikuti petunjuk Nabi “lihatlah yang dibawah dalam urusan dunia. jangan lihat yang diatas kalian. Yang demikian itu akan membuat kalian tidak mudah meremehkan nikmat dari Allah.”

Berbagai musibah yang menimpa kaum muslimin, jadikan itu sebagai momentum untuk mendidik ruḥmā dalam diri anak kita. Ajak dia peduli jika ada saudaranya terluka ditempat jauh.

Buatkan program di rumah. Beritakan tentang nasib kaum muslimin yang tengah ditimpa kesusahan. Lakukan apa yang bisa dilakukan. Ajak anak untuk infaq pakai uang jajannya.

“Gerak keshalihan menjadi pemandangan terindah untuk anak-anak”

Tentang melatih anak, ada satu pesan membekas dari Ayah saya, “jika nanti kalian punya anak. Seringlah ajak ke tempat-tempat kumuh agar ia mensyukuri apa yang ia miliki. Ajak ke rumah sakit agar ia mensyukuri kesehatannya. Ajak ke panti asuhan agar ia mensyukuri masih punya orang tua”.

*Pembahasan ayat disarikan dari ceramah Ustadz Budi Ashari

3 thoughts on “Cukup Dua Ayat Untuk Segudang Inspirasi

  • June 25, 2021 at 3:00 am
    Permalink

    Saya termasuk senang mendengarkan cerita-cerita tentang Nabi Khaidir yang keberadaannya sampai sekarang masih misteri ya mba. Konon katanya beliau masih hidup.

    Kasarnya, ajarkan anak susah dan usaha keras sejak awal. Kita sebagai orang tua mungkin tergoda tak ingin kejadian masa kecil kita terjadi lagi pada anak, tapi jangan sampai salah pola pengasuhannya.

    Reply
  • June 25, 2021 at 5:07 am
    Permalink

    Saat mendidik anak kita memang harus ekstra hati2 dan sabar, termasuk mengajarkan dia untuk banyak bersyukur atas apa yang didapat.

    Reply
  • June 25, 2021 at 8:15 am
    Permalink

    Very nice share. Perlu banget ya sesekali mengajak anak pergi ke tempat kumuh atau bertemu dengan orang yang kekurangan, sekaligus kita ajarkan sifat bersyukur, agar ia bisa menjadi pribadi yang pandai bersyukur.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *