Benteng Terluas di Dunia, 5 Wisata dalam 1 Kawasan

Berbicara tentang benteng terluas di dunia, banyak yang menyangka kalau bangunan tersebut berada di luar negeri. Faktanya, benteng terluas di dunia ada di Indonesia. Ya, tidak salah lagi. Negeri Indonesia adalah pemilik sah benteng terluas di dunia. Hal ini sudah diakui secara global melalui keputusan Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book of World Record pada bulan September 2006.

Namun, sangat disayangkan karena ternyata banyak masyarakat Indoensia yang belum mengetahuinya. Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang berdomisili di pulau terdapatnya benteng ini saya merasa wajib untuk ikut memperkenalkannya. Nah, Sobat Waode pasti penasarankan. Dimana sih benteng tersebut? Apa saja yang ada disana? Seluas apa bentengnya? Seperti apa foto-fotonya? Temukan secara lengkap dengan scroll ke bawah.

Tapi sebelum lanjut, saya mau mengucapkan terima kasih terlebih dahulu pada Universitas Esa Unggul yang telah mengadakan lomba menulis blog bertema “Ini Kebanggan Kota Ku”. Lomba seperti ini menjadi wadah bagi anak bangsa untuk menunjukkan beragam pesona di negeri tercinta.  Oh ya, sekedar informasi, Universitas Esa Unggul merupakan salah satu universitas terbaik di Kota Jakarta. Jadi, bagi Sobat Waode yang sedang mencari kampus, bisa cek dan ricek informasi pendaftaran Universitas Esa Unggul

Kembali ke laptop.

Benteng terluas di dunia ini terletak di Pulau Buton. Tepatnya di Kota Bau-Bau, Provinsi Sualwesi Tenggara. Ingat ya, Sulawesi Tenggara. Ibu kotanya Kendari. Kalau disingkat jadi SULTRA bukan SULTENG. Sulteng itu Sulawesi Tengah. Ibu Kotanya Palu. Jadi, kalau Sobat Waode mau mengunjungi benteng ini, langsung saja pesan tiket dengan tujuan Bandara Haluoleo Kendari atau Bandara Betoambari Bau-Bau.

 

Berhubung benteng ini terletak di Pulau Buton maka diberi nama Benteng Keraton Buton atau Benteng Wolio. Wolio adalah nama lain Pulau Buton. Benteng yang mengelilingi area seluas 22,8 hektar ini menyimpan lima potensi wisata dalam satu tempat. Penasaran apa saja wisata tersebut? Check it out….,

1. Wisata Religi

Pusat dari benteng Keraton Buton adalah Masjid Agung Kesultanan Buton atau dalam Bahasa Buton disebut Masigi Ogena. Masjid ini menandai perubahan tata negara Buton dari bentuk kerajaan menjadi kesultanan.

Didirikan oleh Sultan Murhum Qaimuddin Khalifatul Khamis, sultan pertama yang memimpin Kesultanan Buton. Tepatnya pada tahun 1541 dalam bentuk yang masih sederhana berupa dinding papan, atap alang-alang, dan lantai tanah.

Bangunan masjid yang ada saat ini merupakan hasil rehabilitasi secara bertahap. Dimulai pada masa pemerintahan Sultan Sakiuddin Darul Alam pada tahun 1712. Beliau merupakan Sultan Buton ke 19. Lalu dilanjutkan pada masa pemerintahan Sultan La Ode Muhammad Hamidi Qaimuddin. Sultan Buton ke 37. Dimana bagian dinding diganti menggunakan campuran semen, pasir, dan kapur. Serta tangga naik menuju masjid dibuat lebih permanen.

Masjid Agung Kesultanan Buton masih digunakan hingga saat ini sebagai tempat untuk menunaikan salat lima waktu dan salat jumat. Di bagian dalam masjid terdapat satu buah lampu yang merupakan hadiah dari Kesultanan Yogyakarta.

2. Wisata Sejarah

Benteng Keraton Buton menjadi saksi perputaran sejarah di Tanah Buton. Jika benteng ini bisa berbicara, tentu akan ada banyak kisah yang terungkap. Meski demikian, pengunjung tetap bisa membaca peristiwa melalui benda-benda bersejarah yang masih tersimpan hingga kini.

Tepat di samping Masjid Agung Kesultanan Buton terdapat tiang bendera atau dalam bahasa Buton disebut kasulana tombi. Terbuat dari kayu jati dan didirikan pada akhir abad ke 17 dimasa pemerintahan Sultan Sakiuddin Darul Alam. Sultan yang juga melaukan rehabilitasi masjid untuk pertama kalinya.

Tiang bendera tersebut berfungsi sebagai tempat pengibaran Bendera Kesultanan Buton bernama Tombi Longa-longa.

Selain tiang bendera, ada pula meriam yang menghiasi hampir setiap sisi benteng. Meriam ini kabarnya dibeli dari orang-orang Portugis. Meriam berfungsi sebagai alat pertahanan dan penyerangan saat terjadi perang melawan penjajah.

Bangunan bersejarah lainnya di lingkungan Benteng Keraton Buton adalah baluara dan lawa. Baluara merupakan kubu pertahanan yang dibangun pada sisi-sisi Keraton Buton. Terdapat 16 baluara yang biasanya berdampingan dengan lawa. Lawa merupakan gerbang yang menghubungkan wilayah keraton dengan perkampungan di sekitarnya. Terdapat 13 lawa di sekitar benteng yang masih terjaga hingga kini.

Pada bagian atas lawa  didirikan bangunan kayu sebagai tempat prajurit pengawal berjaga mengawasi daerah sekitar. Di beberapa bagian luar lawa membentang parit pertahanan atau dalam Bahasa Buton disebut parigi.

Uniknya tulisan baluara maupun lawa ditulis dengan huruf arab. Ternyata tulisan arab tersebut merupakan aksara wolio atau tulisan Buton. Ini juga bisa menjadi wisata religi. Mengapa Buton smapai menggunakan aksara Arab sebagai aksaranya?

3. Wisata Budaya

Benteng Keraton Buton mengelilingi kawasan pemukiman penduduk Kecamatan Wolio. Mayoritas rumah penduduk masih mempertahankan bentuk lama yaitu rumah panggung yang berbahan dasar kayu. Tiap bagian direkatkan tanpa menggunakan paku atau tali tetapi menggunakan pasak.

Beberapa meter dari Masjid Kesultanan Buton terdapat dua buah istana yang dulu digunakan sebagai tempat tinggal sultan. Yang terdekat bernama Kamali Kara. Oh ya kamali merupakan bahasa Buton yang berarti istana sultan. Kamali Kara didirikan oleh Sultan Muhammad Hamidi yang memerintah pada tahun 1927-1937.

Bangunannya terdiri dari empat lantai. Didirikan hanya dengan saling mengait, tanpa tali pengikat ataupun paku. Bangunan berbahan kayu pilihan ini berdiri dengan kokoh dan megah di atass umpak batu yang menjadi landasannya.

Di sisi barat Kamali Kara terdaapat Kamali Bata. Didirikan oleh Sultan Muhammad Umar Qaiumuddin yang memerintah pada tahin 1886-1904. Disebut Kamali Bata sebab atapnya menggunakan tanh liat, dimana dama masyarakat Buton disebut padha bata.

Kamali merupakan salah satu dari peninggalan arsitektur tradisional Buton yang kaya akan makna simbolis. Dalam hal ini, bentuk lantai dan atapnya yang bersusun menunjukkan kebesaran dan keagungan sultan. Bentuk tersbut juga menggambarkan fungsi sultan sebagai pimpinan agama, negara, serta pengayom dan pelindung rakyat.

4. Wisata Literasi

Wisata literasi menjadi salah satu wisata yang sedang digalakkan oleh pemerintah saat ini. Seperti namanya, wisata literasi sudah pasti berhubungan dengan kegiatan baca tulis. Benteng Keraton Buton dulunya adalah pusat literasi. Terutama di zaman Sultan La Ode Muhammad Aydrus Qaimuddin Bin Badaruddin Al Butuny. Sultan Buton ke 29. Beliau menulis banyak kitab dan memiliki tulisan tangan aksara arab yang sungguh luar biasa. Setara dengan kualitas media cetak saat ini.

Sayangnya, kondisi naskah-naskah tersebut sangat memprihatinkan. Sebagian telah usang dimakan rayap dalam tumpukan yang dihimpun dengan menggunakan tali rafia. Seperti yang diunggah oleh akun instagram Dreamsea.

Dreamsea merupakan program digitalisasi naskah-naskah kuno se Asia Tenggara yang digagas oleh Center for the Study of Manuscript Cultures (CSMS) Universitas Hamburg, Jerman bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat Universitas Islam Negeri (PPIM UIN) Syarif Hidayatullah.  Ini dilakukan demi mengantisipasi kondisi naskah-naskah kuno di kawasan Asia Tenggara yang minim perhatian.  

Mendengar fakta tersebut, ada rasa tertohok dan malu. Selama ini kita merasa bangga dengan status kepemilikan benteng terluas di dunia tapi lalai dalam mencari sumber-sumber ilmunya. Sementara universitas Jerman begitu bersemangat menelusuri jejak ilmiahnya. Sungguh malu hati dengan kepedulian pihak Jerman dalam melestarikan warisan berharga tersebut.

Terlebih setelah ditelusuri ternyata naskah di Buton sangat banyak. Terdiri dari naskah tentang bahasa, hikayat, hukum Islam, sejarah, silsilah, surat-surat, syair, dan terjemahan kitab-kitab para ulama. Pihak Dreamsea sejauh ini melakukan digitalisasi terhadap 124 manuskrip. Jumlah yang terbilang kecil dibanding keseluruhan naskah yang ada. Menurut penuturan informan dari Pusat Informasi Keraton Buton, terdapat empat tempat yang menyimpan naskah kuno. Setiap tempat rata-rata memilki ratusan naskah.

Semoga filolog Indonesia bisa bergerak cepat menemukan sumber-sumber ilmu tersebut. Sebab bagi para filolog, menemukan naskah-naskah kuno dan berhasil mengetahui isinya ibarat menemukan berlian yang terpendam.  

5. Panorama Alam.

Terletak di puncak tanah Wolio dengan ketinggian 100 Mdpl membuat pengunjung bisa menikmati keindahan Selat Buton dari beberapa sisi benteng. Birunya laut ditambah sinar matahari yang cerah akan menghasilkan pemandangan yang menghipnotis. Selain itu pengunjung juga bisa melihat kota Bau-Bau dengan jelas pada siang hari dan gemerlap lampu kota pada malam hari. Jika berkunjung pada sore hari dan cuaca cerah, pemandangan matahari terbenam dari tempat ini sungguh menakjubkan.

Dari kelima wisata di atas, Sobat Waode paling suka yang mana? Bagi alasannya di kolom komentar ya!

#inikotaku #esaunggul

88 thoughts on “Benteng Terluas di Dunia, 5 Wisata dalam 1 Kawasan

  • June 30, 2021 at 3:21 pm
    Permalink

    Masya Allah, ternyata Buton itu sangat kaya akan budaya dan berbagai jenis wisata. Pokoknya Buton the best wajib banget di kunjungi

    Reply
    • July 5, 2021 at 12:06 am
      Permalink

      Bangeeettt… Selain benteng ini masih banyak lagi wisata lainnya yang recomended.

      Reply
  • June 30, 2021 at 3:24 pm
    Permalink

    Masya Allah.. Buton emang the best. Semoga bisa kesana nanti

    Reply
  • June 30, 2021 at 3:25 pm
    Permalink

    Waw Masya Allah… Jadi pengen trip ke Buton

    Reply
  • June 30, 2021 at 7:14 pm
    Permalink

    MaasyAllah, tahun 2016/2017 kesana hanya Nikmati 3 dari 5 wisata ini, harus diagendakan ulang nih

    Reply
  • June 30, 2021 at 10:39 pm
    Permalink

    maa sya Allah, penasaran dengan wisata litersinya, kak kapan” di ajak yah kalau buton lagi 💛

    Reply
  • June 30, 2021 at 10:43 pm
    Permalink

    Buton Island, memang the best.. Mesti ada di daftar trip.

    Reply
  • June 30, 2021 at 10:55 pm
    Permalink

    Semoga suatu hari bisa menapakkan kaki di benteng ini. Kaya akan budaya & history.

    Reply
  • July 1, 2021 at 1:38 am
    Permalink

    Maa syaa Allah karya tulis yg baik ttg pulau Buton..jdi pengen trip kesana….😊

    Reply
      • July 1, 2021 at 5:44 am
        Permalink

        Masya allah. Keren. Semoga bisa berwisata kesana.

        Reply
        • July 1, 2021 at 10:20 pm
          Permalink

          Aamiin ya rabbal alammin. Benteng Kertaon menunggu untuk dikunjungi.

          Reply
        • July 15, 2021 at 11:09 am
          Permalink

          Suka semua…. bagus bagus pemandangannya. Kalau wisat literasi pasti banyak bahan buat nambah ilmu pengetahuan.

          Reply
      • July 1, 2021 at 1:36 pm
        Permalink

        Thx infonya. Baru tahu benteng terluas ada di Indonesia, bernama benteng Wolio di Sulawesi Tenggara. Saya melihat benteng Pendem di Jawa Tengah saja sudah begitu besar, apalagi benteng Wolio. Luar biasa tentara Indonesia dulu membuat benteng

        Reply
        • July 1, 2021 at 10:16 pm
          Permalink

          iy pak. Bentengnya luas sekali. Oh ya, ini dibuat jauhs ebelum Indoensia merdeka. jadi bukan oleh tentara Indoensia tapi masyarakat Buton.

          Reply
  • July 1, 2021 at 1:48 am
    Permalink

    Paling suka semuanya.
    Di tunggu rekomendasi selanjutnya ❤️❤️❤️

    Reply
    • July 1, 2021 at 4:05 am
      Permalink

      Keren MaasyaAllah. Semoga ada putra daerah yg tertarik memperdalam ilmu filologi. Biar isi bukunya tdk hilang seiring rayap menyergap

      Reply
      • July 1, 2021 at 4:12 am
        Permalink

        Iy kak. Supaya jangan cuma mitosmya sja kita tahu. Malu hati juga eeee… Orang Jerman jauh2 datang cari, kita malah tidak tahu ada sumber ilmu berharga.

        Reply
  • July 1, 2021 at 1:59 am
    Permalink

    Wajib di agendakan sebagai tujuan wisata bersama keluarga dan tentunya tidak kalah menarik dari tempat wisata lain yang ada di indonesia.

    Reply
    • July 1, 2021 at 3:34 am
      Permalink

      Betul sekali paman… Tanah Butonuna menyimpan banyak permata tersembunyi.

      Reply
    • July 1, 2021 at 11:45 am
      Permalink

      Keraton Buton, bangunan rumah panggung dari kayunya serius nggak pakai paku atau tali?
      Satu pun?
      Masyaallah ya emang udah pinter2 nenek moyang kita dahulu.

      Reply
      • July 1, 2021 at 10:17 pm
        Permalink

        benar Mba. mereka hanya menggunakan pasak. Pasak ini berupa kayu yang diruncingkan dan dipasang di sisi sambungan antara kayu.

        Reply
        • July 4, 2021 at 2:04 pm
          Permalink

          Masyaallah, bisa sekuat itu ya pasaknya. Trus bisa awet banget bangunannya juga.

          Reply
          • July 4, 2021 at 10:39 pm
            Permalink

            Pakai Kayu Jati Mba. Jadi emang kuat banget.

  • July 1, 2021 at 2:43 am
    Permalink

    Cmiiw this place is the start point where Islam begin to spread in Sulawesi Tenggara right? Know nothing about it before, but now I get more educated through this post! Thank you for sharing!

    Reply
    • July 1, 2021 at 3:34 am
      Permalink

      Terimakasih juga sudah berkunjung. Betul sekali. Keraton Buton jadi pusat penyebaran Islam di jazirah Sulawesi Tenggara. Sayangnya sampai saat ini masih lebih banyak mitos yang mendominasi tempat ini.

      Reply
  • July 1, 2021 at 2:44 am
    Permalink

    Luar biasa, ternyata banyak sekali fakta unik dari benteng keraton Buton. Terimakasih Waode’s Room sudah berbagi informasi2 yang sangat berharga.

    Reply
    • July 1, 2021 at 3:32 am
      Permalink

      Terimakasih juga sudah berkunjung. Yesss…keraton Buton masih menyimpan banyak hal untuk disingkap. PR nih buat anak sejarah. Heheh

      Reply
  • July 1, 2021 at 3:20 am
    Permalink

    Terimakasih waode’s room berbagi info yang jarang kami jumpai sebagai saran untuk pemerintah daerah supaya menyediakan pemandu wisata yang paham dan tahu tentang wisata daerah sehingga kami tidak hanya melihat keindahan tetapi juga mengetahui filosofi pembangunan, sejarah bangunan dan leluhur

    Reply
    • July 1, 2021 at 3:31 am
      Permalink

      Terimakasih juga sudah berkunjung. Yupsss…betul sekali. Di benteng keraton Buton, pemandu wisata masih jarang. Mungkin kita perlu berkaca ke Jogja soal pengembangan wisata keraton ini.

      Reply
  • July 1, 2021 at 8:00 am
    Permalink

    Masya Allah ternyata buton secomplite ini, wajib banget dateng sih ini mah. 😆😆😆

    Reply
  • July 1, 2021 at 2:31 pm
    Permalink

    Maasyaa Allah.. saya bangga jadi orang Buton.
    Syukron sudah memperkenalkan salah satu daerah kelahiran kita tercinta ini.

    Reply
    • July 1, 2021 at 10:15 pm
      Permalink

      iy ukhti. Apalagi di sinni ternyata menyimpan jejak Islam yang luar biasa. banyak pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari sini.

      Reply
      • July 3, 2021 at 5:00 am
        Permalink

        Kebayang zaman dulu nulis dengan perlengkapan yang belum seperti sekarang ini. Tapi ternyata bisa ya. Hehe.. sesuai kalimat pembuka, saya mengira benteng terluas juga ada di luar negeri. Eh tak disangka di negeri kita sendiri. Bahkan ada lima sajian wisata pula. Pulau Buton menyimpan banyak keindahan.

        Reply
  • July 1, 2021 at 2:53 pm
    Permalink

    Thanks for sharing. Baru tahu ada benteng seluas 22,8 ha di Infonesia. Ini potensi wisata sejarah dan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Semoga bisa ke Pulau Buton suatu waktu nanti.

    Reply
  • July 1, 2021 at 11:29 pm
    Permalink

    Baru tau kalau benteng terluas di dunia ternyata ada di Buton. Udah gitu lengkap banget paket wisatanya. Jadi sekali wisata, berbagai tempat wisata bisa dikunjungi secara bersamaan..

    Reply
    • July 2, 2021 at 12:00 am
      Permalink

      Benar Mas. sekali datang ke tempat inni, ada banyak wisata yang bisa ddinikmati.

      Reply
  • July 2, 2021 at 2:00 am
    Permalink

    Ada wisata religi juga ada wisata literasi ya mbak, Keren nih. Sulawesi juga banyak destinasi wisata yang menarik utk dikunjungi. Saya ingin banget ke Sulawesi dan Sumatera tapi belum terwujud

    Reply
    • July 2, 2021 at 8:16 pm
      Permalink

      Keraton Buton memang menyimpan keduanya Mbak. Sayangnya untuk wisata literasi ansskah-naskahnya dalam kondisi mengkhawatirkan.

      Reply
    • July 3, 2021 at 3:34 pm
      Permalink

      Betul sekali mbak… Sulawesi ini kalau dari Kaltim dekat lho… Yuks kapan-kapan main kesana mbak biar bisa menikmati wisatanya… Cantik banget ini keratonnya

      Reply
      • July 4, 2021 at 2:42 am
        Permalink

        Hayoooo…warga Buton siap jado tour guide. Info2 aja kalau ke sini Mbak2. )

        Reply
  • July 2, 2021 at 8:05 am
    Permalink

    Selalu penasaran dengan Pulau Buton. Sering terdengar namanya tapi belum pernah berkunjung. Kebanyakan artikel di internet hanya menyorot daerah di Jawa saja, padahal di luar sana juga banyak keindahan alam lainnya.

    Reply
    • July 2, 2021 at 8:15 pm
      Permalink

      Wisata di Timur Indonesia sebenarnya tidak kalah dari Pulau Jawa dan Bali. Hanya saja masih jarang terekspos.

      Reply
  • July 3, 2021 at 12:14 am
    Permalink

    Bibi saya menikah dengan orang Buton, Kak. Tapi sayangnya, saya belum pernah berlibur ke sana. Padahal menarik sekali wisatanya euy… Kita bisa mengunjungi 5 wisata sekaligus.

    Reply
  • July 3, 2021 at 3:13 am
    Permalink

    Masya Allah… Saya warga pulau Buton tapi jujur saja baru tau kalau benteng keraton buton adalah benteng terluas di dunia. Apalagi dalam satu kawasan ada banyak jenis wisata. Perlu sekali ini untuk diperkenalkan lebih luas. Izin share ya…
    Oh ya, Universitas Esa Unggul keren ya ngadain event seperti ini.

    Reply
  • July 3, 2021 at 3:43 am
    Permalink

    Pas baca prolognya saya kira di Jawa, baik barat atau timur ada tempat konservasi (yang ayaknya ada bentengnya juga). Ternyata di Pulau Buton ya. Agak surpris, saya karena di imajinasi saya pulau ini tu ga besar. bagaimana ada benteng selebar 22 km. Apalagi banyak juga warga Buton yang menetap di Jepara ejak tahun 1960-1970an. Mereka masih mengenang masa muda ketika sauh mereka melabuh di sini sekaligus merindukan pulang.
    Saya ingin ke sana! semua jenis wiatanya sangat menarik dan wisata budaya (plus sejarah) adalah yang paling saya suka

    Reply
    • July 4, 2021 at 2:51 am
      Permalink

      Pulau Buton termasuk salaah satu Pulau Besar Mba. Di sini ada 3 Kabupaten + 1 Kotamadya. Aamiinn…semoga suatu saat bisa main ke Buton Mba. insya Allah siap jadi tour guide. hehe

      Nah saya juga penasaran sama orang2 Buton yang di Jepara.

      Reply
  • July 3, 2021 at 5:20 am
    Permalink

    Buton memiliki banyak peninggalan sejarah ya. Terima kasih sudah dibawa ke kawasan yang memiliki 5 jenis wisata sekaligus lewat tulisan ini.

    Reply
    • July 3, 2021 at 8:12 am
      Permalink

      Wah bisa dapat banyak wisata ya. Gak nyangka benteng terbesar di dunia ada Indonesia. Semoga kelak saya berkesempatan kesana. Kakilasak melasak lagi hehe

      Reply
      • July 4, 2021 at 2:47 am
        Permalink

        Sangat di tunggu kedatangan teman-teman blogger ke Pulau Buton. biar bisa bantu promosiin. hehe

        Reply
  • July 3, 2021 at 5:38 am
    Permalink

    aku belum pernah nih jalan-jalan ke Sulawesi Tenggara kak. Cuma pernah 1x ke Sulawesi Utara dan Minahasa Selatan aja. Kalau nama pulau Buton, sering baca dan dengar, tetapi belum pernah lihat secara langsung.

    Usul kak, foto-fotonya dibanyakin dan dalam ukuran yang agak lebar.. makin nyus nih,

    Reply
    • July 4, 2021 at 2:48 am
      Permalink

      Wah keren udah sampai Sulawesi Utara… Next lanjut di tenggara.
      Siip..siip… terimakasih sarannya.

      Reply
  • July 3, 2021 at 7:36 am
    Permalink

    Masya Allah keren, semoga next time bisa berkunjung kesana, Indahnya negeriku dengan segala keunikan sejarahnya

    Reply
  • July 3, 2021 at 8:32 am
    Permalink

    Indonesia pastinya bangga banget punya Benteng Keraton Buton ini pastinya ya, Mbak. Cuma agaknya promosi destinasi wisata ini masih kurang gencar ke luar pulau Sulawesi. Saya pribadi tertarik buat ke sini, mudah-mudahan ada kesempatan ke Sultra suatu hari nanti, insyaa Allah

    Reply
    • July 4, 2021 at 2:46 am
      Permalink

      Kalau bangga udah pasti ya. Di situs indonesia.go.id juga ada. CUma mungkin masih kurang promosi aja. Aamiin semoga suatu saat bisa ke tanah buton.

      Reply
    • July 4, 2021 at 2:46 am
      Permalink

      Kalau bangga udah pasti ya. Di situs indonesia.go.id juga ada. CUma mungkin masih kurang promosi aja. Aamiin semoga suatu saat bisa ke tanah buton.

      Reply
    • July 4, 2021 at 2:46 am
      Permalink

      Kalau bangga udah pasti ya. Di situs indonesia.go.id juga ada. CUma mungkin masih kurang promosi aja. Aamiin semoga suatu saat bisa ke tanah buton.

      Reply
      • July 7, 2021 at 2:39 am
        Permalink

        Iya, cuma dengan adanya artikel ini, jadi terpromosikan. Saya yang sebelumnya belum tahu jadi tahu ada situs sangat berharga Indonesia di Sulawesi Tenggara. Terima kasih banyak infonya

        Reply
  • July 3, 2021 at 9:25 am
    Permalink

    ya alloh kerennya button,

    jauh banget dari tempat tinggalku skrg, tapi menarik bgt mba say

    moga punya kesempatan kesana nantinya

    Reply
    • July 4, 2021 at 2:44 am
      Permalink

      Sekali-sekali ayo main ke Indoensia Timur Mba Rin… 🙂

      Reply
  • July 3, 2021 at 9:30 am
    Permalink

    Luar biasa sekali ya kak, wisatanya sangat banyak sekali ya di pulau Buton. Setiap kali membaca tulisan kak waode ini sangat terbanyang2 ingin datang ke pulau Buton kayak apa ya..hehe.. keren kak waode ini bisa mempromosikan wisata di daerahnya di blog. Terus berkarya kak, mantap…

    Reply
    • July 4, 2021 at 2:44 am
      Permalink

      terima kasih dukungannya. Wilayah Indonesia Timur menyimpan banyak kekayaan wisata yang belum banyak diketaahui. Jadi sebagai warga Pulalu Buton kudu gencar promosi. 🙂

      Reply
  • July 3, 2021 at 9:48 am
    Permalink

    Wah wisata edukasinya keren banget ya kak di buton ini ternyata lengkap banget ya semoga kelak Ada kesempatan wisata kesana juga

    Reply
  • July 3, 2021 at 11:43 am
    Permalink

    Saya belum pernah ke Buton jadi postingan ini tahu tempat yang kaya akan sejarah, semoga aku ada kesempatan untuk berkunjung ke Buton

    Reply
    • July 4, 2021 at 2:41 am
      Permalink

      Sekali-sekali berkunjunglah ke Timur Indonesia. banyak destinasi wisata yang gak kalah dari Jawa.

      Reply
    • July 4, 2021 at 2:40 am
      Permalink

      aamiin. Ayo berkunjung ke Tanah Buton.

      Reply
  • July 4, 2021 at 3:14 am
    Permalink

    Buton ini memiliki pemandangan dan wisata bersejarah ya kak. Indonesia memang kaya akan objek wisata. Semoga saya bisa ada rezeki utk pergi ke Buton

    Reply
    • July 4, 2021 at 3:31 am
      Permalink

      Betul sekali. latak wisatanya juga cukup dekat antara satu dan yang lain. jadi busa sekali jalan.
      Aamiin… semoga bisa menjejak tanah buton.

      Reply
  • July 4, 2021 at 1:53 pm
    Permalink

    Makin bangga ya kak, dengan negeri sendiri.
    Kita memiliki Benteng terluas ada di Bau Bau, pastinya jadi kesempatan kita tuk perkenalkan ke masyarakat luas supaya berkunjung kesana juga.

    Reply
  • July 4, 2021 at 8:22 pm
    Permalink

    Ada salah satu teman blogger yang berasal dari Buton. Waktu dia mudik kesana, saya sempat berpikir, “Kira-kira ada apa ya di Buton?”

    Wah, ternyata malah terdapat benteng terluas di dunia! Luar biasa! Saya kok baru tahu juga, ya. Entahlah, ini memang dasarnya saya yang kurang membaca atau memang benteng ini belum banyak pengulasnya.

    Anyway, thanks ya Kak, jadi menambah wawasan saya nih. Menurut saya, tulisan akan semakin lengkap kalau disisipkan panorama alam dengan pemandangan laut beserta matahari terbit atau tenggelamnya. Wah, eksotik banget pastinya …

    Reply
    • July 4, 2021 at 10:38 pm
      Permalink

      Temannya Kak Rey ya? Soalnya blogger Buton yang aku kenal cuma Kak Rey. heheh
      Promosinya masih kurang Mba. Dibandingin KEraton Jogja juga pengelolaannya masih kurang banget. Butuh perhatian lebih dari pemerintah.
      Sipppoo… udah ditambahin gambar sunset Mba. Terima kasih sarannya.

      Reply
  • July 5, 2021 at 2:27 am
    Permalink

    Saya ikut bangga tinggal di Sulawesi Tenggara ini karena ada kekayaan budaya yang luar biasa di Buton. Memang sih, Sultra dan Sulteng itu sering salah tafsir. Sultra berarti Sulawesi Tenggara, sedangkan Sulteng ya Sulawesi Tengah.

    Ikut prihatin dengan naskah-naskah kuno yang terbengkalai seperti itu. Padahal itu bisa dijadikan pembelajaran sejarah yang menarik. Penuh nilai-nilai luhur di masa lalu, yang mungkin sudah banyak hilang sekarang ini.

    Reply
    • July 5, 2021 at 6:35 am
      Permalink

      Sulawesi Tenggara mana kita???
      Iye, prihatin sekali dengan naskah-naskahnya. Apalagi pas tau yang peduli justru orang luar. Hikzzz

      Ada salah satu naskah namanya Bula Malino. Baca nasehat2 di situ sampai bikin nangis. Pesan untuk diri penulis sendiri tapi penuh makna mendalam.

      Reply
  • July 5, 2021 at 7:08 am
    Permalink

    baru tau kalo benteng terluas di dunia ada di indonesia. namanya benteng keraton Buton. ngomong-ngomong, bentengnya ini masih berpagar tembok keliling gitu ya? pasti penuh sejarah ini keraton buton. semoga suatu saat bisa keliling sampai Buton

    Reply
    • July 5, 2021 at 1:46 pm
      Permalink

      Aamiin yaa robbal alamin. Semoga bisa menjejak tanah Buton. Iya masih tembok keliling semua. Meskipun di beberapa sisi ada yang rusak tapi sebagain besar masih dalam kondisi baik.

      Reply
  • July 5, 2021 at 8:02 am
    Permalink

    Wow..benteng terluas di Sultra atau sulawesi tenggara ini luas banget. 22,8 hektar. Juga punya 5 wisata yang gak boleh dilewatkan wisatawan. Nggak kalah deh dengan daerah lainnya

    Reply
    • July 5, 2021 at 1:44 pm
      Permalink

      betul sekali Pak. Selain itu di Tanah Buton massih banyak wisata lain juga.

      Reply
  • July 9, 2021 at 6:51 pm
    Permalink

    Salah seorang sahabat saya tinggal di Buton. Dulu pas saya menikah, dia sempat nawarin bulan madu ke sini, tapi gak kesampaian karena buat kita kejauhan. Semoga suatu hari bisa menjejakkan kaki di benteng bersejarah ini.

    Reply
  • July 12, 2021 at 7:08 am
    Permalink

    Sebagai orang yang tinggal di Sulawesi Tenggara, saya ikut bangga dengan kekayaan budaya Buton. Inilah kekayaan budaya yang menjadi ciri unik dari negeri ini. Perlu dipertahankan, dilestarikan, agar bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

    Reply
  • July 16, 2021 at 8:50 am
    Permalink

    Semoga suatu saat bisa menjejakkan kaki di Pulau ini. Biar tau kayak apa luasnya Indonesia.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *